У нас вы можете посмотреть бесплатно PESONA BAWAH LAUT KARANGASEM (PADANG BAI DAN CANDIDASA) SURGA TERSEMBUNYI DI TIMUR BALI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Jelajah Cakrawala Biru: Ringkasan Biodiversitas Laut Karangasem 1. Gerbang Samudra: Pengantar Kekayaan Laut Bali Timur Selamat datang di perairan Karangasem, sebuah kawasan yang sering dijuluki sebagai "sisi liar" Bali. Wilayah ini bukan sekadar garis pantai yang indah, melainkan titik strategis dalam sistem Aliran Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow/ITF). Arus raksasa ini membawa massa air kaya nutrisi dari Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia. Karangasem menjadi begitu istimewa karena posisinya yang berbatasan langsung dengan Selat Lombok—sebuah "titik sumbat" (choke point) sempit yang memaksa arus ITF bergerak sangat kencang dan menciptakan dinamika air yang luar biasa produktif. 2. Perbandingan Ekosistem: Labirin Dermaga vs. Benteng Vulkanik Perairan Karangasem menawarkan dua kontras ekologi yang mencolok: area dermaga yang tenang namun kaya akan detail mikroskopis, serta pulau-pulau vulkanik yang menantang dengan arus pelagis yang kuat. Karakteristik Fisik The Jetty (Padang Bai) Gili Trio (Mimpang, Tepekong, Biaha) Struktur Dasar Tiang-tiang dermaga, pasir, dan puing karang (muck diving). Dinding curam, ngarai (canyon), gua, dan formasi batuan lava. Kondisi Air Arus praktis tidak ada, visibilitas terkadang agak keruh. Arus kuat, visibilitas tinggi (15-30m), suhu dingin (thermocline). Kehidupan Dominan Makro/Mikro (Critters): Frogfish, Nudibranch, gurita. Pelagis Besar: Hiu, Tuna, Mola Mola, Barracuda. Tingkat Tantangan Cocok untuk pemula dan fotografer makro. Advanced; memerlukan kontrol buoyancy (daya apung) sempurna untuk menghindari arus vertikal (downcurrents). Sintesis: Mengapa pulau-pulau vulkanik ini begitu diminati ikan-ikan raksasa? Arus kuat dari Selat Lombok memicu fenomena upwelling (kenaikan massa air dingin). Air ini membawa nutrisi yang memicu ledakan populasi plankton (plankton blooms). Kelimpahan produsen primer inilah yang menjadi dasar seluruh rantai makanan, menarik segalanya mulai dari polip karang hingga predator puncak. 3. Profil Spesies Ikonik: Sang Raksasa dan Sang Pemburu Sekarang, mari kita berkenalan dengan para penyintas spesialis yang menyebut arus kencang ini sebagai rumah mereka. • Mola Mola (Oceanic Sunfish): Sang Penjelajah Kedalaman Ikan purba ini biasanya muncul di Gili Mimpang dan Tepekong antara Juli hingga Oktober. Penurunan suhu air (thermocline) hingga 19°C memicu mereka naik ke permukaan. Di sini, terjadi interaksi mutualisme yang luar biasa: Mola Mola akan berhenti di titik-titik tertentu yang disebut Cleaning Stations. Ikan-ikan karang seperti Butterflyfish atau Bannerfish akan memakan parasit di kulit Mola—ikan karang mendapat makanan, dan Mola Mola menjadi bersih serta sehat. • Hiu Sirip Putih (White-tip Reef Shark): Sang Penjaga Benteng Di Gili Tepekong, terdapat "Shark Nursery", celah batu besar tempat hiu-hiu ini beristirahat secara berkelompok. Sementara itu, di Gili Biaha terdapat "Shark Cave" pada kedalaman 12 meter. Menariknya, saat terjadi gelombang besar, penyelam dapat merasakan fenomena fisik berupa denyut tekanan (pressure pulse) di dada akibat dorongan air ke dalam gua. Ini adalah bukti nyata bagaimana energi samudra berinteraksi langsung dengan struktur geologi pulau. 4. Euesveylia Baliantics: Harta Karun Endemik yang Tersembunyi Salah satu penemuan ilmiah paling monumental terjadi di perairan Candidasa, yang membuktikan bahwa wilayah ini adalah laboratorium evolusi yang unik. "Seorang peneliti asal Amerika menemukan spesies terumbu karang endemik yang sangat langka bernama Euesveylia Baliantics. Spesies ini ditemukan di areal Gili Tepekong dan Gili Kambing. Karang ini memiliki bentuk dan warna yang mengagumkan dan tidak ditemukan di belahan bumi mana pun di dunia selain di titik ini." Sintesis: Penemuan ini memberikan identitas ilmiah yang kuat bagi Karangasem. Secara lokal, keberadaan spesies eksklusif ini meningkatkan nilai pariwisata berbasis konservasi, yang mendorong masyarakat untuk melindungi ekosistem karang dari kerusakan fisik agar warisan dunia ini tidak punah. 5. Kerajaan Makro dan Snorkeling di Blue Lagoon Bagi kalian yang baru memulai petualangan, Blue Lagoon adalah "jendela" yang sempurna. Kejernihan air di sini sangat vital bagi ekosistem taman karang karena memungkinkan penetrasi cahaya matahari maksimal untuk fotosintesis alga simbiotik karang. Di sini, kalian bisa menemukan makhluk-makhluk dengan visual yang unik: • Giant Frogfish (Master of Camouflage): Ahli penyamaran yang menyerupai spons atau batu. • Nudibranch: Kelinci laut berwarna neon yang mempesona. • Wrench-tail Fish: Ikan hitam unik dengan ekor berbentuk seperti kepala kunci pas. • Psychedelic Fish: Berbagai ikan tropis dengan pola warna yang sangat kompleks. • Ikan Ultraviolet: Spesies dengan warna cerah yang tampak bercahaya di bawah air. • Octopus & Seahorse: Penghuni celah karang yang sangat cerdik bersembunyi