У нас вы можете посмотреть бесплатно Dewa mengamuk. Tradisi orang Tionghoa или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Tradisi loncat dalam budaya Tionghoa bisa merujuk pada beberapa upacara atau pertunjukan khas yang melibatkan gerakan melompat atau melintas sebagai simbol makna spiritual, keberanian, atau pembersihan diri. Berikut beberapa tradisi “loncat” yang dikenal dalam budaya Tionghoa: 🏮 1. Loncat Api (Jumping Over the Fire) – “Yue Huo” (越火) Makna: Tradisi ini dilakukan untuk menolak bala dan membersihkan diri dari nasib buruk. Api dalam budaya Tionghoa dianggap sebagai elemen pemurni yang mampu menghapus kesialan. Pelaksanaan: Biasanya dilakukan pada malam tahun baru Imlek atau festival tertentu (misalnya Festival Musim Semi). Orang melompat di atas bara api kecil atau lilin sambil mengucapkan doa keberuntungan. Simbolisme: Api = penyucian Lompatan = melewati halangan Hasilnya = awal baru yang bersih dan penuh berkah 🐉 2. Loncat Singa (Lion Dance Jump) Makna: Dalam tarian singa (舞狮 Wu Shi), gerakan melompat dari tiang ke tiang disebut “cai qing” (采青), melambangkan keberanian, kekuatan, dan semangat juang. Pelaksanaan: Penari singa melompat di antara tiang tinggi (bisa mencapai 2–3 meter) dengan penuh ketangkasan. Di akhir, singa “memetik sayur hijau” (biasanya selada), simbol mengambil rezeki. Simbolisme: Loncat singa = menaklukkan rintangan “Memetik sayur hijau” = mendatangkan rezeki dan kemakmuran 🧧 3. Loncat Tahun Baru (Jumping into the New Year) Makna: Beberapa keluarga Tionghoa memiliki kebiasaan melangkah atau melompat melewati ambang pintu setelah tengah malam Imlek, disebut “Yue Men” (越门), artinya melewati batas lama menuju yang baru. Simbolisme: Meninggalkan kesialan tahun lalu Menyambut energi baru Melambangkan perubahan dan pertumbuhan 🏮 4. Loncat Peti Mati (Jumping over the Coffin) – Upacara Duka Makna: Tradisi ini tidak umum di semua wilayah, tapi di sebagian komunitas Tionghoa tradisional, keluarga atau kerabat melompat di atas atau melewati tali/garis di depan peti mati setelah pemakaman. Tujuannya untuk memutus nasib buruk atau kesedihan agar tidak “menular” ke anggota keluarga lain. Simbolisme: Lompatan = pemutusan hubungan dengan duka Menjaga keseimbangan antara dunia roh dan dunia manusia 🐇 5. Loncat Tahun Kelinci (Leap Year / Yue Run) Dalam perhitungan kalender lunar, tahun tertentu disebut tahun kabisat lunar (闰月 Run Yue), di mana ada “bulan loncat”. Masyarakat Tionghoa memandangnya sebagai masa unik yang membawa perubahan energi. Walau bukan “loncat” fisik, istilah ini juga bagian dari filosofi “loncatan waktu” dalam budaya mereka. 🌸 Makna Filosofis dari “Loncat” dalam Budaya Tionghoa Dalam pandangan tradisional Tionghoa, tindakan melompat sering bermakna: Melewati kesialan atau batas lama Memulai hidup baru Simbol keberanian dan kelincahan Tanda transformasi spiritual