У нас вы можете посмотреть бесплатно Alat Berat Listrik Mulai Dilirik, Infrastruktur Jadi Tantangan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengungkapkan bahwa pelaku usaha di sektor pertambangan mulai melirik penggunaan kendaraan listrik untuk kegiatan operasional. Meski demikian, tren alat berat listrik di Indonesia hingga saat ini belum berkembang. Menurut Marketing Director PT Equipindo Perkasa sekaligus Ketua II PAABI Davin Christian, hal ini disebabkan keterbatasan infrastruktur di lokasi. Apalagi penggunaan alat berat biasanya untuk pertambangan ataupu perkebungan, di mana lokasinya banyak di remote area. Davin menambahkan, belum adanya insentif untuk kendaraan listrik di sektor pertambangan juga menjadi tantangan tersendiri. Tanpa dukungan atau subsidi pemerintah, Davin mengatakan akan sulit membangun ekosistem kendaraan listrik di sektor tambang. Selengkapnya simak dialog Shinta Zahara bersama Marketing Director PT Equipindo Perkasa dan Ketua II PAABI Davin Christian di Program Closing Bell CNBC Indonesia, Jumat (10/10/2025). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/. CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau ios. Follow us on social: Twitter: / cnbcindonesia Facebook Page: / cnbcindonesia Instagram: / cnbcindonesia / cuap_cuan Tiktok: https://bit.ly/38bytjx Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT