У нас вы можете посмотреть бесплатно ESAU MENGAMPUNI YAKUB (Kejadian 33:1-4) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Minggu : 21 September 2025 Tema : Esau Mengampuni Yakub Bahan Alkitab : Kejadian 33 : 1 - 4 Adik-adik,..apakah sudah pernah mendengar kisah Esau dan Yakub ? Hari ini kita akan menyelidiki siapa mereka dan apa yang mereka lakukan. Esau dan Yakub adalah saudara kembar, anak dari Ishak dan Ribka, nenek moyang bangsa Israel. Esau adalah anak yang pertama sekali lahir, kemudian lahir juga Yakub. Meskipunkembar, mereka sangat berbeda. Esau suka berburu dan sering tinggal di luar rumah. Sedangkan Yakub lebih suka tinggal di rumah dan membantu ibunya. Suatu hari terjadi pertengkaran antara Esau dan Yakub. Esau pulang ke rumah dari berburu dan sangat lapar. Yakub punya makanan, semangkuk kacang merah. Esau sangat lapar dan berkata, “Aku kasih hakku sebagai anak pertama, asal aku bisa makan kacang itu sekarang”. Yakubpun setuju dan ia memberi makanan itu. Sejak saat itu mereka berdua sudah sepakat bahwa Yakub menjadi anak pertama dan Esau menjadi anak kedua, tanpa diketahui oleh Ishak ayahnya. Ketika ayah mereka, sudah tua dan hampir buta, ia ingin memberi berkat khusus kepada Esau sebagai anak pertama dan Esau dimintanya untuk membawa makanan hasil buruannya. Esaupun pergi berburu. Tapi Yakub menyamar jadi Esau, memakai baju berbulu dan membawa makanan, lalu berpura-pura jadi Esau di depan ayahnya. Ayahnya, Ishakpun tertipu dan memberikan berkat kepada Yakub. Sepulang dari berburu, Esau membawa makanan hasil buruannya dan memberikan kepada ayahnya untuk mendapatkan berkat. Saat itulah ayahnya terkejut, Esau juga terkejut; ternyata Yakub sudah menipu mereka dan mendapat berkat. Esau marah dan hendak membalaskan dendamnya, namun Yakub melarikan diri ke tempat yang sangat jauh. Sejak saat itu, Esau tidak pernah bertemu Yakub. Lalu, kurang lebih 20 tahun kemudian, Yakub hendak pulang kampun. Ia ingin bertemu dengan ayah dan ibunya dan juga saudara kembarnya. Yakub membawa istri dan anak-anaknya, juga segala harta bendanya, termasuk ternak peliharaannya yang banyak. Setelah melalui perjalanan jauh menuju kampung halamannya, Yakub melihat dari jauh bahwa kakaknya, Esau, sedang datang bersama 400 orang. Yakub merasa takut karena dulu ia pernah menipu Esau. Untuk berjaga-jaga dan sebagai bentuk tanggung jawab, Yakub membuat strategi pembagian kelompok untuk bertemu saudaranya. Kelompok pertama yakni rombongan hadiah untuk Esau berupa ternak (kambing, domba, unta, sapi, keledai) termasuk para pelayan upahannya. Kelompok kedua adalah rombongan keluarga Yakub yang terdiri dari anak-anak dan isterinya. Lalu Yakub berjalan paling depan. Saat mendekati Esau, Yakub membungkuk sampai tujuh kali sebagai tanda hormat dan minta maaf. Lalu … apa yang terjadi adik-adik ?? Esau tidak marah! Ia malah berlari ke arah Yakub, memeluknya erat, mencium adiknya, dan mereka berdua menangis karena sangat bahagia bisa bertemu lagi. Nah, adik-adik, meskipun dulunya mereka bertengkar karena penipuan yang terjadi, mereka bisa saling memaafkan dan menjadi saudara yang saling menyayangi kembali. Wah,…teladan apa ya, yang boleh kita tiru dari kisah Esau dan Yakub ini, adik-adik ? hmmmm 1. Sikap meminta ampun dan mau mengampuni. Yakub datang untuk meminta maaf kepada Esau atas perbuatan dosa yang telah lama ia perbuat kepada Esau. Dan Esau tidak lagi mendendam. Jadi mengampuni dan diampuni yang sesungguhnya itu adalah tidak lagi mengingat-ingat dendam untuk membalaskannya. 2. Berusaha memulihkan/memperbaiki hubungan kakak-adik yang pernah retak. Masalah bisa saja terjadi dalam keluarga kita. Masalah antara kakak-adik dapat terjadi kapan saja dalam keluarga kita. Bersegeralah memperbaikinya untuk kedamaian dan sukacita hidup kita. Hubungan keluarga harus dijaga dengan sangat baik. 3. Mengatur perasaan atau mengendalikan emosi diri kita dengan sikap rendah hati. Jangan bertahan dalam kesombongan untuk menjaga harga diri kita melainkan bersikaplah rendah hati untuk menyembuhkan luka hati karena masalah yang terjadi. Begitulah teladan pengampunan, mengajari kita untuk hidup damai dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. Mari kita berdoa: terimakasih ya Tuhan atas firman yang meneguhkan hubungan persaudaraan antara kakak dan adik, yang kami dengarkan hari ini. Ajarlah kami untuk dapat memohon ampun dan mengampuni kesalahan yang terjadi dalam persaudaraan kami, sehingga kami setia melakukan kehendak Tuhan. Amin Ayat Hafalan : Lukas 17 : 3 aktifitas link: https://drive.google.com/file/d/1f5Ki...