У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴IRAN BOMBARDIR TEL AVIV, Warga Israel Berlindung di Bunker, Politisi Inggris Klaim Kehancuran Parah или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Iran kembali meluncurkan rudal ke Israel pada Minggu (8/3/2026) sebagai pembalasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei. Rudal dilaporkan menyasar Israel tengah, khususnya Tel Aviv. Rekaman yang dirilis Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menampilkan rudal-rudal melesat ke udara. Serangan itu merupakan bagian dari gelombang ke-29 Operasi Janji Sejati 4. Israel mengonfirmasi adanya rentetan rudal yang ditembakkan Iran diduga berjenis kluster. Hal ini memaksa warga Tel Aviv kembali berlindung di bunker bawah tanah. Israel menambahkan bahwa sistem pertahanan udara telah diaktifkan untuk mencegat. Namun, satu rudal yang membawa hulu ledak amunisi tandan pecah di atas kota, menyebarkan pecahan peluru di 16 lokasi. Pecahan menghantam bangunan apartemen serta SPBU di Tel Aviv hingga melukai enam orang. Laporan lain dari The Times of Israel menyebutkan pecahan rudal menghantam Rishon LeZion melukai satu orang. Sementara itu, pemimpin Partai Buruh Inggris sekaligus pendiri organisasi VIVA Palestina, George Galloway membuat klaim mengejutkan soal perang di Timur Tengah. Ia menyebut bahwa Israel menderita kerugian parah akibat serangan Iran, namun sengaja ditutupi. Galloway menyampaikan klaim itu dalam program Moats di kanal YouTube-nya pada Kamis (5/3/2026). Ia secara terbuka menuding adanya sensor informasi besar-besaran oleh pemerintah Israel. Barang siapa yang menyebarkan foto atau video kerusakan di Tel Aviv akan langsung diancam dengan hukuman lima tahun penjara. Lebih lanjut, Galloway menuduh media-media Barat telah tunduk pada sensor tersebut dan menolak menyiarkan rekaman kondisi di lapangan. "Otoritas Israel menerapkan aturan ketat terhadap penyebaran foto maupun video yang memperlihatkan kerusakan di Tel Aviv. Siapa pun yang menyebarkan dokumentasi tersebut berpotensi menghadapi ancaman hukuman penjara," kata Galloway. Politikus yang memiliki istri berdarah Indonesia tersebut dengan berani menyatakan bahwa kondisi Tel Aviv saat ini sudah luluh lantak menyerupai Jalur Gaza. Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut secara langsung dari warga sipil di lokasi kejadian. "Karena saya punya teman-teman di Tel Aviv, di Jalan Sheinkin, dekat Lapangan Dizengoff, dan merekalah yang memberi tahu saya dari mulut mereka sendiri bahwa Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza," lanjutnya. Menurut Galloway, kehancuran itu terjadi lantaran sistem pertahanan udara Israel di atas Tel Aviv sudah tidak lagi beroperasi. Ia bahkan menyebut ada sekitar 50 rudal balistik yang menghantam Tel Aviv hanya dalam satu malam. Selain menyoroti Israel, Galloway turut meragukan keabsahan data resmi jumlah korban tewas dari pihak Amerika Serikat (AS). Ia menuding pemerintah Washington berbohong kepada publik karena hanya mengakui tujuh kematian tentara. Galloway memprediksi angka sebenarnya hampir 1.000 personel tewas akibat pembalasan Iran. Prediksi tersebut merujuk pada banyaknya pangkalan AS yang diserang Iran di kawasan Teluk. "Saya berani bertaruh, jumlah orang Amerika yang tewas mendekati seribu orang dan mereka tidak bisa disembunyikan selamanya," tegasnya. (Tribun-Video.com/Agung Tri Laksono) Program: Hot Topic Editor Video: Difa Isnaeni Azizah