У нас вы можете посмотреть бесплатно Era Drone Menguat, Mengapa AS Masih Andalkan Jet Tempur dan Kapal Perang Tradisional? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Editor Video: Erricson Bernedy S SURYA.CO.ID - Dominasi pesawat nirawak (drone) dalam perang di Ukraina sempat memicu prediksi berakhirnya era alutsista berawak yang mahal. Namun, serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran baru-baru ini membuktikan, jet tempur dan kapal perang konvensional masih menjadi tulang punggung kekuatan Pentagon. Meski drone mampu menjalankan misi dengan biaya jauh lebih rendah tanpa risiko nyawa, AS tetap mengerahkan armada besar-besaran dalam operasinya di Timur Tengah dan Venezuela. Lantas, mengapa kekuatan militer tradisional ini justru dianggap semakin penting? Untuk serangan di Timur Tengah, AS mengerahkan armada kapal dan pesawat terbesarnya dalam beberapa dekade. Itu termasuk dua kapal induk dan 13 kapal perusak dengan lebih dari 200 pesawat, termasuk F-35, F-15, F-16 dan pesawat pendukungnya. Pesawat pengebom B-1, B-2 dan B-52 juga telah menyerang Iran dari pangkalan luar negeri. “Kekuatan militer tradisional belum hilang dan bahkan menjadi lebih penting,” kata Eric Rosenbach, dosen senior di Harvard Kennedy School yang menjabat sebagai kepala staf menteri pertahanan selama pemerintahan Obama, dikutip dari Wall Street Journal. “Ada banyak pembelajaran dari Ukraina,” sambungnya. Ketika AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu, mereka menggunakan pesawat terbang dan helikopter serang. Padahal, aset militer itu dianggap sebagian besar tidak efektif dalam perang di Ukraina. Pesawat berawak telah melakukan serangan terhadap Iran dengan cara yang sulit ditandingi oleh drone saat ini. “Ada beberapa kelas UAV yang memiliki jangkauan sama, tetapi sangat sedikit yang sesulit dideteksi atau membawa jenis sensor dan persenjataan seperti F-35,” kata Douglas Barrie, seorang spesialis di bidang kedirgantaraan militer di lembaga think tank International Institute for Strategic Studies. Jangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan! https://whatsapp.com/channel/0029VaUt... Website: https://surabaya.tribunnews.com/ Instagram: / suryaonline Facebook: / suryaonline YOUTUBE / @tribunnewssurya #suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA