У нас вы можете посмотреть бесплатно LIVE - Masa Depan Jakarta Tenggelam? | DIPO INVESTIGASI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Prediksi Jakarta tenggelam kian terasa nyata. Penurunan muka tanah yang terus terjadi, ditambah kenaikan muka air laut, membuat warga pesisir hanya bisa menyaksikan daratan perlahan diisi banjir rob. Tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall digadang-gadang menjadi benteng pertahanan. Mega proyek pemerintah ini diklaim mampu melindungi wilayah pesisir dari banjir rob dan ancaman laut pasang. Lalu, seberapa kuat tembok laut mampu menahan massa air laut dan mencegah banjir rob akibat penurunan muka tanah yang terus berlangsung? Apakah solusi ini menjawab akar persoalan atau sekadar menunda risiko yang lebih besar? Untuk melihat bukti nyata perubahan pesisir, Dipo menelusuri kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. Di sana berdiri Masjid Al Wadhuna yang tenggelam sejak 2012 silam. Terpisah dari daratan oleh tanggul yang membelah laut dan permukiman. Bangunan ini menjadi saksi bisu perubahan lanskap pesisir Jakarta. Apakah Masjid Al Wadhuna hanyalah satu dari banyak peringatan yang terabaikan? Berapa banyak wilayah yang berpotensi mengalami nasib serupa? Penelusuran berlanjut ke permukiman RW 022, Muara Angke bersama Ketua RW, Bani Sadar dan Anggota LMK, Muslimin. Dipo menelusuri rumah-rumah warga yang rusak dan tergenangi air akibat banjir rob. Dipo juga melihat tanggul mitigasi yang dibangun di tengah akses jalan, memisahkan badan jalan dengan permukiman yang kini posisinya lebih rendah. Sebagian titik tampak lebih aman, namun perbedaan ketinggian ini memunculkan persoalan baru. Seberapa besar kerugian yang harus ditanggung warga akibat banjir rob? Apakah tanggul mitigasi benar-benar dirancang melindungi seluruh kawasan, atau justru menciptakan kerentanan baru yang belum diperhitungkan? Di Kamal Muara, Dipo bertemu dengan Komarudin, nelayan yang merasakan langsung dampak pembangunan tanggul laut. Jalur melaut berubah, jarak tempuh bertambah, dan biaya operasional meningkat. Lantas, perubahan apa yang paling terasa bagi nelayan pesisir? Apakah mereka dilibatkan dalam perencanaan atau hanya menjadi pihak yang menanggung konsekuensi? Dipo juga menelusuri kawasan Ancol bersama Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali, untuk melihat tanggul pengaman laut yang dibangun dalam program NCICD (National Capital Integrated Coastal Development). Seberapa jauh progres pembangunan dan bagaimana gambaran besar proyek tersebut? Apakah tanggul pengaman laut ini dan Giant Sea Wall kelak akan terhubung menjadi satu sistem raksasa yang mengitari pesisir Jakarta? Sebagai penutup, Dipo bertemu Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, di Tugu Penurunan Permukaan Tanah yang mencatat penurunan dataran hingga beberapa meter dalam puluhan tahun terakhir. Bagaimana skenario terburuk jika perlindungan pesisir tak berjalan sesuai rencana? Kebijakan apa yang harus diprioritaskan agar Jakarta tidak benar-benar tenggelam di masa depan? Saksikan #DipoInvestigasi episode “MASA DEPAN JAKARTA TENGGELAM?”, Senin, 16 Februari 2026, pukul 20.30 WIB, di @KompasTV! #jakartatenggelam #tanggullautraksasa #giantseawall