У нас вы можете посмотреть бесплатно Suasana Pelabuhan Belawan zaman Belanda 1938 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Awal mula lahirnya Pelabuhan Belawan berakar dari keberadaan Labuhan Deli, yang dahulu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Deli yang tersohor di kawasan Sumatra Timur. Bandar Labuhan Deli terletak di tepi Sungai Deli dan menjadi pelabuhan utama pada masanya. Namun, seiring waktu, kondisi Sungai Deli semakin dangkal sehingga menyulitkan kapal-kapal untuk masuk melalui alur sungai menuju pelabuhan. Akibatnya, pada tahun 1915, pelabuhan dipindahkan ke Belawan, yang terletak di tepi Sungai Belawan. Lokasi ini kemudian dikenal sebagai Belawan Lama. Pemerintah kolonial Belanda membangun dermaga di Belawan Lama dengan panjang mencapai 602 meter dan lebar antara 9 hingga 20 meter. Dermaga ini digunakan untuk sandar berbagai jenis kapal, baik kapal kargo maupun kapal penumpang. Hingga pada tahun 1938, Pelabuhan Belawan berkembang menjadi pelabuhan terbesar di wilayah Hindia Belanda. Seiring meningkatnya aktivitas pelabuhan, pada awal tahun 1980 pemerintah Indonesia mulai menyusun rencana pembangunan terminal peti kemas di kawasan Gabion, Belawan. Proyek ini didanai oleh Bank Dunia dan akhirnya berhasil diwujudkan dengan beroperasinya Terminal Peti Kemas Belawan pada 10 Februari 1985.