У нас вы можете посмотреть бесплатно 10 Kecamatan di Nunukan Dilanda Banjir, Sembakung Masih Naik hingga 1 Meter di Atas Normal или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Banjir melanda 10 kecamatan di Kabupaten Nunukan pada puncaknya, Rabu (25/2/2026). Meski sebagian wilayah sudah mulai surut, Kecamatan Sembakung hingga kini justru masih mengalami kenaikan debit air. Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan puncak banjir terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026. Namun, tanda-tanda kenaikan debit air sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 23 dan 24 Februari lalu, meski saat itu ketinggian air masih sedikit di atas normal. “Pantauan anggota di lapangan, puncak banjir terjadi tanggal 25 Februari. Tanggal 23 dan 24 itu sudah mulai naik, tapi intensitasnya masih di atas normal sedikit,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (26/2/2026). Ia menjelaskan, terdapat 10 kecamatan terdampak banjir di wilayah Kabupaten Nunukan. Enam kecamatan berada di sepanjang Sungai Sembakung, yakni Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai, dan Sembakung. Sementara di wilayah Krayan, ada tiga kecamatan yang terdampak, yakni Krayan, Krayan Timur, dan Krayan Barat. Selain itu, wilayah Sebuku juga sempat terdampak, namun kini dilaporkan telah surut. “Fokus kami saat ini di Kecamatan Lumbis. Tiga kecamatan, yaitu Lumbis Hulu, Lumbis Ogong, dan Lumbis Pansiangan sudah surut. Kondisi air sudah normal, tapi banyak material seperti kayu, pohon, dan lumpur yang terbawa arus, sehingga menyulitkan proses pembersihan,” jelasnya. Di Kecamatan Lumbis, ketinggian air sempat mencapai lebih dari satu meter dan merendam jalan hingga waktu Magrib pada Selasa sore. Namun, pada Rabu, (25/2/2026) pagi kemarin, air dilaporkan sudah surut lebih dari satu meter dan badan jalan mulai terlihat kembali. Kepala Sub Bidang Penyelematan BPBD Nunukan lebih lanjut, mengatakan pihaknya kini melakukan pembersihan fasilitas umum, seperti masjid dan sekolah, agar dapat segera digunakan kembali. Meski sebagian besar wilayah mulai membaik, kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Sembakung. Hasanuddin menjelaskan, wilayah tersebut merupakan daerah hilir dan paling rendah, sehingga saat daerah hulu surut, debit air justru meningkat di Sembakung. “Empat kecamatan sudah surut, tapi di Sembakung malah naik karena kiriman air dari hulu. Pagi tadi ketinggian air 3,8 meter, padahal normalnya 3 meter. Artinya sudah naik sekitar 80 sentimeter. Siang ini pukul 12 sudah lebih dari 90 sentimeter, dan siang ini kemungkinan bisa mencapai satu meter kenaikannya,” ungkapnya. Ia menambahkan, pada Januari lalu dua kecamatan, yakni Sembakung dan Sembakung Atulai, telah ditetapkan dalam status darurat banjir. Namun, selang satu bulan, banjir kembali terjadi dengan intensitas yang lebih besar. “Kalau dibanding bulan Januari, sekarang lebih besar. Januari lalu Lumbis tidak sampai naik ke jalan, sekarang sampai satu meter,” ujarnya. Beberapa fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, terutama di Lumbis Hulu, seperti tiang listrik roboh dan bangunan yang dipenuhi lumpur. Aktivitas masyarakat sempat lumpuh pada 25 Februari. Sejumlah warga juga mengungsi ke pos BPBD, namun kini sudah kembali ke rumah masing-masing setelah air surut. BPBD Nunukan saat ini masih siaga dan berkoordinasi dengan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan peringatan BMKG mulai tanggal 23 hingga 25 Februari, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. Selain banjir, BPBD juga mengingatkan masyarakat akan potensi ancaman hewan buas, seperti buaya, yang dapat masuk ke permukiman saat banjir. “Kami selalu ingatkan warga untuk meminimalkan aktivitas di perairan. Tahun 2025 lalu ada warga meninggal karena diserang buaya saat banjir. Ini yang terus kami antisipasi,” tegasnya. Saat ini, pos BPBD disiagakan di sejumlah wilayah, antara lain di Pos BPBD di Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Sebuku, Kecamatan Krayan Timur, Krayan Barat, Krayan Selatan, serta di Pulau Sebatik. “Kondisi kita masih siaga, terutama di Sembakung yang sampai sekarang masih naik,” pungkasnya. (*) Penulis: Fatimah Majid Video Editor: Adadilaga Arya P.