У нас вы можете посмотреть бесплатно Belajar Gosok Gigi & Menabung Sejak Dini Program FKIK Unwar di SD Aruna Vidya Denpasar или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Video ini mendokumentasikan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa yang dilaksanakan di SD Aruna Vidya, Denpasar, dengan fokus pada pelatihan kesehatan gigi dan kebiasaan menabung bagi siswa sekolah dasar kelas 1 dan 2. Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), namun data nasional menunjukkan bahwa masalah gigi dan mulut pada anak-anak Indonesia masih sangat tinggi, terutama karies gigi. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa SD Aruna Vidya, di mana beberapa anak sering mengeluh nyeri gigi dan gigi berlubang, serta harus berulang kali berkunjung ke dokter gigi. Selain itu, pihak sekolah dan guru juga menyampaikan tantangan lain, yaitu sulitnya menanamkan kebiasaan menabung sejak dini, meskipun siswa rutin dibekali uang jajan setiap hari. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim PKM yang diketuai dr. Ni Wayan Diana Ekayani, MHPE, FFRI, bersama dr. Putu Austin Widyasari Wijaya, M.Biomed, dan Kadek Diviariesty, S.E., M.Si, merancang sebuah program pelatihan yang menggabungkan dua aspek penting dalam pembentukan karakter anak: menjaga kesehatan gigi dan belajar mengelola uang melalui menabung. Program ini menyasar 30 siswa kelas 1 dan 2 SD Aruna Vidya, yang berlokasi di Jalan Raya Puputan, Sumerta Kelod, Denpasar Timur, dengan dukungan penuh dari kepala sekolah dan para guru. Pelatihan dimulai dengan sesi pengenalan dan tanya jawab ringan mengenai kebiasaan anak-anak dalam menyikat gigi. Anak-anak diajak bercerita tentang seberapa sering mereka menggosok gigi, kapan biasanya mereka melakukannya, dan makanan apa saja yang sering mereka konsumsi setiap hari. Setelah itu, narasumber dari tim FKIK Unwar menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, cara menggosok gigi yang benar, frekuensi menyikat gigi yang dianjurkan, serta jenis makanan yang sebaiknya dibatasi karena berisiko menyebabkan gigi berlubang. Untuk membantu anak-anak memahami materi dengan lebih mudah, tim PKM menyiapkan poster edukasi cara menggosok gigi yang benar dan membagikan satu set alat gosok gigi kepada setiap siswa. Para siswa kemudian diajak melakukan praktik langsung menyikat gigi dengan dipandu oleh tim dan guru, sehingga teknik yang benar dapat diterapkan seketika, bukan sekadar dipahami secara teori. Pada tahap ini, tim juga melakukan observasi untuk menilai sejauh mana siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi yang baik sesuai contoh yang telah diberikan. Selain aspek kesehatan gigi, program ini juga memuat sesi khusus tentang pelatihan menabung harian. Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan kepada siswa apa arti menabung, mengapa menabung itu penting, dan bagaimana menabung dapat membantu mereka mewujudkan cita-cita kecil seperti membeli buku, alat tulis, atau keperluan sekolah lainnya di masa depan. Untuk mendukung pembiasaan, setiap siswa menerima buku menabung harian dan celengan mini. Buku menabung harian tersebut dirancang agar anak-anak dapat mencatat jumlah uang yang mereka tabung setiap hari, sekaligus menjadi alat bantu guru dan orang tua untuk memantau konsistensi kebiasaan menabung. Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan dibuat interaktif dan menyenangkan, dengan pendekatan yang sesuai usia anak sekolah dasar. Anak-anak diajak berdiskusi, menjawab pertanyaan, mencoba mempraktikkan langsung, hingga diajak termotivasi melalui contoh-contoh sederhana tentang manfaat memiliki gigi yang sehat dan kebiasaan menabung. Program ini tidak hanya menyentuh aspek pengetahuan, tetapi juga sikap dan kebiasaan sehari-hari yang diharapkan dapat terus terbawa di rumah maupun di sekolah. Evaluasi program dilakukan melalui observasi cara siswa menggosok gigi dan partisipasi mereka dalam kegiatan menabung selama pelatihan. Indikator keberhasilan yang ditetapkan antara lain: siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar dan minimal 70% siswa mulai menabung pada saat pelatihan berlangsung dengan memanfaatkan buku menabung dan celengan yang diberikan. Selain itu, tim PKM juga merencanakan pendampingan berkala kepada perwakilan siswa selama enam bulan, untuk memastikan bahwa perubahan perilaku yang diinisiasi dalam kegiatan ini dapat berlanjut secara konsisten.