У нас вы можете посмотреть бесплатно OST Kelas Belakang : Jatuh Bangun [Farihin Arnia] | Official MV или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
OST #ViuOriginal Kelas Belakang Lagu : Jatuh Bangun Artis : Farihin Arnia Komposer: Farihin Arnia Penulis Lirik: Eenaz Mokhtar, Farihin Arnia Penerbit: Killa Driz, Rushdan Wafa Edaran: Indigital Music LIRIK: Berdiri tepi pagi Mengira langkah hilang Kota berdegup laju tapi nadaku yang usang memaksa hidup bunga bunga yang tak mahu berkembang Menunggu keindahan yang tak akan pernah datang Kutulis nama kecil bukannya simpanan Melipat jadi kertas lupus dari ingatan Di celah jari aku merasa pengakhiran Namun pintu diketuk memberikan amaran Tertulisnya nasihat hujan jelas ditingkap Ritmanya sayu halus namun maksud menangkap Tiap titis berbunyi memanggilku tuk pulang pulang bukan kerumah tapi ke gelapnya ruang Cahaya bilik terus meruntun nadaku bisingnya dikepala lidah jadi bisu Lubang penuh di dindingamarah diriku biar dunia bernyawa terus tanpa aku Langkah demi langkah walau jalan penuh luka aku tempuh semua jiwa terbakar menyala jerit hatiku tak semua orang mendengar aku bukan sempurna jatuh bangun itu biasa Hidup di kota konkrit, kerasnya melemaskan langkah yang dipaksa berlari ke arah dugaan dalam kepala ku bermimpi mimpi bersusun rapi tapi realiti mengetuk setiap mimpi aku terjaga, dari tidur yang penuh rasa rasa dan kata, menghentam serasa pendosa, dan aku goyang, dengan lemahnya visi ini seperti berjalan, dalam gelap seorang diri Namun semua itu mereka tidak sedar kerja keras ku siang malam yang tidak kan pudar Mereka tak faham, tpi kononnya nak ambik tahu, dia menghampiri, bertanyakan kenapa padaku, dia berkata jangan mengalah namun aku kaku, ku rasa lemah, rasa bodoh dan terasa kosong, sepinya diri dan hati ku yang terasa lopong, silap hari bulan jasadku terdampar di lorong. Rasaku nak berhenti, rasa give up dan mati, rasa rebah tersungkur jatuh bak lemahnya kaki, tapi hati menjerit, walaupun rasa perit lawan kawan jangan lemah ku tau ia sakit Banyak kali ingin bersayap, inginku terbang bebas, bebasnya hidupku dari penuhnya tanggungjawab Namun aku tersedar, bangunku dari mimpi, dipaksa hidup, dalam dunia yang penuh keji. Langkah demi langkah walau jalan penuh luka aku tempuh semua jiwa terbakar menyala jerit hatiku tak semua orang mendengar aku bukan sempurna jatuh bangun itu biasa