У нас вы можете посмотреть бесплатно Viralkan Jalan Rusak, Warga Garut Diduga Alami intimidasi Keluarga Kades hingga Dilaporkan Polisi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Seorang warga yang merupakan pedagang telur diduga diintimidasi oleh keluarga kepala desa karena menggunggah video kondisi jalan desa yang rusak. Video intimidasi yang dialami korban pun viral di media sosial. == Pria bernama Holis Muhlisin (31) itu tampak dimaki-maki keluarga kepala desa. Bahkan beberapa dari mereka juga mengucapkan kalimat hinaan. Holis mengaku bahwa video yang kini viral berlangsung pada 27 Oktober 2025. Namun memang baru diunggahnya pada Rabu (31/12/2025). Holis menuturkan bahwa intimidasi itu dilakukan empat orang. Yakni istri dari sang kades, anak dari kades, menantu hingga keponakan kepala desa tersebut. "Saya sebagai korban tidak enak, digituin sama orang lain. Saya melakukan (posting video jalan) untuk kemajuan desa," ungkapnya. Holis adalah warga Kampung Babakangadoh RTI 01 RW 06 Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut Jawa Barat. Holis mengaku kesehariannya merupakan seorang pedagang telur keliling yang setiap hari berkeliling dari kampung ke kampung. Dalam aktivitasnya tersebut, ia kerap melintasi berbagai ruas jalan yang kondisinya rusak, berlubang, dan sulit dilalui. Karena kondisi jalan yang rusak itu, tak jarang membuatnya kesulitan saat berdagang. Ia kemudian mengunggah keprihatinannya soal jalan rusak ke media sosial. Dengan harapan, mendapatkan perhatian dari pihak terkait. "Tidak hanya untuk saya sendiri, tapi demi kemajuan desa demi masyarakat desa," ungkapnya. Holis menyebut bahwa dirinya tak hanya mendapatkan intimidasi, namun juga dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. "Saya sudah coba konfirmasi ke Polsek, betul katanya saya dilaporkan oleh keluarga kepala desa, atas pencemaran nama baik," ujarnya melalui sambungan telpon, Sabtu (3/1/2025). Ia menuturkan, hingga kini laporan yang disampaikannya belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Bahkan, dirinya mengaku belum pernah dipanggil maupun dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. "Kata polisi bakal diriungkeun (musyawarah) tapi sampai sekarang tidak pernah," ucapnya.