У нас вы можете посмотреть бесплатно Napoleon Hill: 10 Rahasia Meraih Kekayaan, Wajib Kamu Simak! или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Tahukah Anda bahwa 99% orang miskin melakukan satu kesalahan fatal mengenai uang yang sama sekali dihindari oleh kaum elite? Tonton sekarang juga untuk mendapatkan 10 aturan 'Psikologi Perilaku' dari Bapak Pemikiran Kekayaan, Napoleon Hill, perisai tunggal yang melindungi dompet Anda dari segala risiko. 1. Hukum "Bunga Majemuk": Kekayaan besar berasal dari disiplin kecil yang diulang cukup lama. "Bunga Majemuk" adalah fenomena keuntungan yang menghasilkan keuntungan, dan perbedaan antara "kaya" dan "miskin" sering terletak pada periode waktu menjaga disiplin dari "10 tahun" hingga "30 tahun". Miliarder "Warren Buffett" mengubah investasi ulang menjadi mesin pertumbuhan jangka panjang, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata yang mengesankan sekitar "19.8%/tahun" selama beberapa dekade. Orang miskin sering tertarik oleh "present bias" (bias saat ini), yang membuat mereka menghabiskan uang untuk kesenangan "hari ini" dan menjual murah kebebasan "besok". Orang kaya melihat setiap keputusan kecil sebagai "kontrak bunga majemuk", di mana kebiasaan baik terakumulasi menjadi "aset", sedangkan kebiasaan buruk terakumulasi menjadi "utang buruk". Disiplin bukanlah memaksa diri menderita, melainkan merancang sistem agar uang secara otomatis mengalir ke "aset" sebelum mengalir ke "barang konsumtif". Di ekonomi mana pun, otomatisasi sebagian pendapatan menjadi "arus kas investasi" agar Anda tidak perlu menggunakan kemauan keras melawan "godaan". 2. Hukum "Inflasi": Uang tunai yang diam adalah aset yang sedang "berdarah" dalam keheningan. "Inflasi" adalah kenaikan harga yang menurunkan daya beli, dan hanya dengan tingkat inflasi "3%/tahun", daya beli Anda akan berkurang separuh setelah sekitar "24 tahun" sesuai aturan "Rule of 72". "Benjamin Franklin" terkenal dengan pola pikir bahwa waktu adalah uang, karena ia memahami bahwa "nilai waktu dari uang" tidak pernah berpihak pada orang yang menunda-nunda. Orang miskin menjadi semakin miskin ketika mereka menyimpan terlalu banyak "uang mati" karena rasa aman yang palsu, sementara "inflasi" diam-diam mengambil aset mereka setiap hari. Orang kaya menjadi semakin kaya karena mereka mengukur kesuksesan dengan "pengembalian riil", yaitu keuntungan setelah dikurangi tingkat "inflasi". Penipuan terbesar dari "inflasi" adalah membuat Anda berpikir Anda tidak kehilangan apa-apa karena saldo rekening tetap utuh, tetapi "biaya hidup" melonjak tajam. Tetapkan tujuan untuk meningkatkan "kapasitas menghasilkan uang" dan memiliki "aset riil" untuk memenangkan perlombaan melawan devaluasi mata uang. 3. Hukum "Psikologi Perilaku": Menjaga "ketenangan" saat kerumunan sedang panas adalah keunggulan kompetitif. "Psikologi perilaku" membuktikan bahwa manusia tidak membuat keputusan murni rasional, dan hanya satu pemicu emosi dapat menghancurkan hasil akumulasi "bertahun-tahun". Napoleon Hill pernah bercerita tentang seorang pemimpin yang menjaga "kepala dingin" ketika orang lain meledak, itulah model pengendalian risiko di "pasar yang bergejolak". Di pasar keuangan, efek "loss aversion" membuat Anda takut kerugian dua kali lipat dibandingkan kegembiraan mendapatkan keuntungan, yang menyebabkan penjualan panik tepat di "dasar". Efek "Herd behavior" (perilaku kawanan) membuat Anda percaya kerumunan selalu benar, meskipun datanya salah, hanya karena perasaan menjadi bagian dari kerumunan memberikan "keamanan palsu". Orang kaya tidak kebal emosi, mereka hanya memiliki "prosedur transaksi" agar tidak bertindak berdasarkan emosi sesaat. Jadikan "ketenangan" sebagai kebiasaan melalui jurnal transaksi dan prinsip yang tidak dapat diganggu gugat: "jangan melakukan perintah jual beli saat sedang emosi". 4. Huk...