У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴Trump Tak Gentar soal Ancaman Perang Khamenei, Sebut Iran Bisa Lawan AS Tanpa Senjata Nuklir или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM- Kepala badan nuklir Iran, Mohammad Eslami menegaskan, senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam doktrin militer negara tersebut. Atas hal itu, Iran sepenuhnya mampu membela diri tanpa senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan Eslami pada Sabtu (31/1/2026). Eslami menekankan, Pemerintah Iran memiliki kemampuan pertahanan dan daya tangkal yang cukup. Sehingga, Iran mampu untuk melindungi negara tanpa harus mengandalkan persenjataan nuklir. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar menghentikan ambisi nuklirnya untuk menghindari konfrontasi militer. Bersamaan dengan itu, Trump mengumumkan pengerahan armada laut besar AS ke kawasan dekat Iran. Dilaporkan, Iran selama ini membantah tudingan program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan militer. Bersamaan dengan itu, Teheran justru menuding Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mempolitisasi isu nuklir Iran. Bahkan, Iran juga menuduh Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi ikut memfasilitasi serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. Lebih lanjut, Eslami menyatakan, berkas nuklir Iran sarat kepentingan politik dan berada di bawah tekanan kekuatan eksternal. Eslami menyebut, Teheran tidak optimistis atas kasus tersebut dan akan ditutup. Pihaknya justru memperkirakan tekanan internasional akan semakin meningkat. (Tribun-Video.com) Program: Hot Topic Editor Video: Raka Aditya Putra Tama