У нас вы можете посмотреть бесплатно Layanan RSUD Dr Soedomo Trenggalek Kembali jadi Keluhan, Tak Ada Jalur Emergency Bagi Pasien IGD или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
www.bioztv.id - RSUD Dr. Soedomo Trenggalek mendapat keluhan dari keluarga pasien kritis akibat tidak adanya akses darurat menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pasien yang dalam kondisi kritis terpaksa harus mengantri di depan palang pintu parkir. Akibat kondisi ini, dikhawatirkan penanganan medis terlambat dan memperburuk kondisi pasien.Kejadian ini dialami oleh Leni Marlina, warga Kelurahan Tamanan, Trenggalek, yang ikut mengantar seorang tetangganya dalam kondisi kritis ke IGD pada Minggu (27/10/2024) malam, sekitar pukul 20.30 WIB."Waktu kami antar ke IGD, kondisinya sudah darurat. Pasien yang kami bawa sudah sakit parah, kejang-kejang, tidak sadar, drop. Tapi, untuk masuk ke RSUD kami harus mengantri di palang pintu parkir dulu," ungkap Leni Marlina.Leni menambahkan bahwa tidak adanya akses cepat untuk pasien darurat sangat menyulitkan. Ia berharap RSUD menyediakan jalur khusus bagi pasien gawat agar dapat segera mendapat penanganan medis."Kalau pasien gawat seperti itu, mestinya ada jalur emergency biar cepat sampai ke IGD. Tapi tadi malam, kami harus mengantri di pintu parkir seperti pengunjung biasa. Ini bikin kami khawatir kondisinya makin parah," keluhnya.Menurutnya, mobil yang membawa pasien sempat tertahan beberapa menit karena harus mengikuti prosedur pengambilan karcis parkir. Selain itu, saat waktu bersamaan juga ada mobil lain yang masih mengantri didepannya. Padahal, setiap detik sangat berharga dalam kondisi darurat seperti itu.Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Dr. Soedomo belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan ini. Kejadian tersebut menuai sorotan karena minimnya akses emergency di rumah sakit yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien kritis. Masyarakat berharap adanya perbaikan layanan di RSUD Dr. Soedomo, terutama terkait akses cepat bagi pasien gawat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang."Kami berharap pihak rumah sakit segera mengevaluasi sistem ini. Jangan sampai prosedur administrasi mengorbankan keselamatan pasien," tutup Leni Marlina.(CIA) #Layanan #RSUDTrenggalek #JalurEmergency