У нас вы можете посмотреть бесплатно Brigadir J Ternyata Mendapat Ancaman Pembunuhan sejak Juni 2022: Kalau Naik ke Atas, akan Dibunuh или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus penembakan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, dua pekan lalu tepatnya pada Jumat (8/7/2022) hingga kini masih bergulir. Sejumlah fakta baru ditemukan terkait tewasnya Brigadir J. Mulai dari temuan 15 luka pada jasad Brigadir J hingga rencana pelaksanaan autopsi ulang pada Rabu (27/7/2022) mendatang. Terkini, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak mengungkapkan bahwa Brigadir J ternyata sudah mendapat ancaman pembunuhan sejak Juni 2022 lalu. Kendati demikian Kamaruddin Simanjuntak tak mengungkap siapa pihak yang disebut mengancam Brigadir J. Bahkan akibat ancaman serius yang diterima Brigadir J pada bulan Juni itu, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan Brigadir J sampai menangis. Ancaman terakhir pun diterima Brigadir Yosua saat berada di Magelang. Di mana saat itu Brigadir J sedang mengawal atasannya, Kamis (7/7/2022). "Di situ diancam, apabila naik ke atas, akan dihabisi atau dibunuh," ujar Kamaruddin Simanjuntak, menjelaskan ancaman yang diterima Brigadir J, Sabtu (23/7/2022). Ia menyebut ancaman itu ada dalam rekaman bukti elektronik. Dalam rekaman tersebut Brigadir J diancam, apa bila naik ke atas maka akan dihabisi atau dibunuh. Namun soal makna naik ke atas yang dimaksud, ia belum mengetahuinya. Kemudian tentang siapa yang memberikan ancaman, juga Kamarudin belum menyebutkannya. "Makna naik ke atas inilah yang jadi tugas penyidik, karena temuan itu, sudah kami serahkan ke penyidik utama, supaya digali, melibatkan tim siber dan yang ahli di bidang itu," ungkapnya. Kamarudin menyebut perlu diusut sebenarnya ada apa di Magelang, sehingga saat berada di sana Brigadir Yosua sangat ketakutan. Kamarudin juga menjelaskan, kala itu Brigadir J yang ketakutan kemudian mengadu kepada orang yang ia percaya. "Ini dikaitkan lagi pada bulan Juni, dia sampai menangis saking takutnya, mengadu kepada orang yang dia percaya," terangnya. Namun soal orang yang dipercaya ini, masih dirahasiakan dan bukan anggota keluarga. Sementara itu RSUD Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, bersiap menjelang proses autopsi ulang jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Jenazah Brigadir Yosua akan diautopsi ulang pada Rabu (27/7/2022) mendatang. Dikutip dari Tribun Jambi, proses autopsi ulang jenazah Brigadir Yosua direncanakan akan disiarkan secara langsung. Hal ini disampaikan oleh Dirut RSUD Sungai Bahar, dr Aang Hambali. "Kita siapkan tempat untuk para tamu, terus tempat live, karena live kan acara ini informasinya, jadi kita siapkan tempat," ujarnya, Sabtu (23/7/2022). Rumah sakit menyiapkan beberapa monitor untuk penayangan secara langsung. "Monitor kita siapkan sebanyak mungkin di beberapa titik, termasuk di rumah duka," ujarnya. Tentu dilakukan siaran langsung ini agar proses autopsi tidak ada yang ditutup-tutupi, tapi tetap sesuai dengan protap. RSUD Sungai Bahar, Jambi, menjadi tempat autopsi ulang jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kepastian tersebut disampaikan penyidik Utama Tindak Pidana Umum Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Suharnoko, Sabtu (23/7/2022). Agus langsung mengecek fasilitas didampingi Dirut RSUD Sungai Bahar dr Aang Hambali. Terlihat pengecekan dilakukan di ruang utama untuk autopsi dan ruang rapat forensik serta ruang persiapan forensik. Dari hasil pengecekan tersebut Brigjen Agus mengatakan sudah dipastikan autopsi dilakukan di RSUD Sungai Bahar. "Iya sudah dipastikan, kita mengecek ruangan yang layak untuk melakukan autopsi," ucapnya. Karena sebelumnya dirinya sudah mengunjungi lokasi pemakaman dan, kondisinya kurang layak sebagai tempat autopsi. Ia menyebut akan ada 10 tim forensik yang akan bertugas. "Ada 10 orang," ucapnya. "Hari Selasa tiba, Rabu pelaksanaan," jelasnya.(*) Host : Mei Sada Sirait Video Editor : Zainal Praditya