У нас вы можете посмотреть бесплатно WIBAWA HILANG SAAT KAMU TERLALU MENJELASKAN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pernah merasa semakin kamu menjelaskan, semakin kamu tidak dihargai? Semakin panjang pembelaanmu, semakin orang meremehkan? Bisa jadi masalahnya bukan pada kebenaranmu — tetapi pada cara dan seberapa sering kamu merasa perlu membuktikannya. Wibawa tidak tumbuh dari banyaknya kata-kata. Ia tumbuh dari ketenangan, kejelasan sikap, dan keyakinan diri. Dalam Islam, kita diajarkan untuk menjaga lisan dan tidak berlebihan dalam berbicara. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim) Allah ﷻ juga menggambarkan karakter hamba yang kuat dan tenang: وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَـٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَـٰمًۭا “Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Surah Al-Furqan: 63 dari Al-Qur'an) Dalam perspektif psikologi, terlalu banyak menjelaskan sering berakar pada kebutuhan validasi (approval seeking). Ketika seseorang terus membela diri secara berlebihan, ia justru menunjukkan ketidakamanan batin. Sebaliknya, individu dengan self-esteem yang sehat tahu kapan harus berbicara dan kapan cukup diam. Di video ini kamu akan memahami: 1. Mengapa terlalu banyak menjelaskan melemahkan wibawa 2. Perbedaan antara klarifikasi dan pembelaan berlebihan 3. Hubungan antara ketenangan dan kekuatan mental 4. Cara berbicara singkat, tegas, dan tetap berakhlak Jika kamu ingin dihormati, jangan merasa harus menjelaskan segalanya. Kadang, sikap tenang lebih kuat daripada seribu kalimat pembelaan. Karena wibawa lahir dari keyakinan… bukan dari penjelasan panjang.