У нас вы можете посмотреть бесплатно KANG DEDI Jengah Dengan BUMD Jabar! Terus Dimodali Tapi Kas Kosong Tapi Tak Ada Aktivitas или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store, untuk dapatkan pengalaman baru. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginginkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dikelola seperti Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Nantinya, kata Dedi, BUMD milik Provinsi Jabar akan dikelola dalam satu holding khusus, kecuali Bank Jabar Banten (BJB). Saat ini, total ada sekitar 41 BUMD yang dimiliki Pemprov Jabar. Puluhan BUMD itu bergerak diberbagai bidang mulai dari keuangan, kontruksi, energi, ketahanan pangan, pariwisata, jasa dan lainnya. "Konsep Danantara merupakan konsep yang akan diikuti oleh Pemprov Jabar, karena banyak BUMD yang namanya ada, tapi aktivitasnya tidak ada" ujar Dedi, Kamis (22/1/2026). Menurutnya, selama ini BUMD di Jabar selalu mendapatkan suntikan modal, tapi tidak memberikan keuntungan bagi daerah. Padahal, banyak BUMD di Jabar memiliki aset bernilai besar. "Ada yang mendapat modal cukup besar dari Pemprov Jabar, tapi di kasnya kosong semua. Tetapi asetnya relatif tinggi Rp4 triliun dan itu sebuah nilai strategis," katanya. Pengelolaan BUMD harus mengedepankan aspek independensi dan tidak diintervensi oleh kepentingan politik. Sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur, Dedi mengklaim tidak pernah menempatkan orang-orang dari tim suksesnya di BUMD. "Saya tidak melakukan itu, ketika jadi Gubernur maka Gubernur biasanya pusing untuk menempatkan tim sukses. Maka tim suksesnya jadi direktur BUMD ini, direktur BUMD itu, direktur BUMD ini dan BUMD itu mendapat stimulus dari APBD. Setelah itu ditambah komisaris. Nah, nanti ganti Gubernur, ganti semua, ganti lagi," ucapnya. Aspek-aspek yang bersifat profesional dalam pengelolaan kelembagaan yang memiliki orientasi finansial, tidak bisa asal menempatkan orang, dan itu harus bersih dari kepentingan politik. "Karena finansial itu harus netral dari intervensi politik dan dari penempatan tim sukses dalam pengelolaan. Dan itu saya lakukan di Jawa Barat. Saya enggak mau itu," ucapnya. Mega Januari #KangDediBUMD #BUMDPemprovJabar #BUMDDanantara