У нас вы можете посмотреть бесплатно Vlog 212 Sukses Panen Padi di Kampung Peramalan Sleman Tahun 2026 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Lawan Tikus dengan Teknologi: Panen Raya FSEV di Sleman Sukses Program Kampung Peramalan/Forecasting Smart Eco Village (FSEV) yang digagas oleh Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian resmi mencatatkan keberhasilan gemilang. Bertempat di Desa Sumbersari, Moyudan, Sleman (7 Maret 2026), program ini terbukti ampuh mengamankan produksi padi di wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai daerah endemis tikus. Pencapaian Utama Program Integrasi teknologi peramalan dan pengendalian hama terpadu membuahkan hasil yang impresif bagi para petani: • Penurunan Serangan Hama: Tingkat serangan tikus menyusut drastis dari 27,33% menjadi hanya 9,98%. • Peningkatan Produktivitas: Hasil panen di lokasi demplot mencapai 7,53 ton/ha, naik signifikan dari musim sebelumnya yang hanya sekitar 6,8 ton/ha. • Efisiensi Kawasan: Rata-rata produktivitas di lahan seluas 242 hektare mencapai 6,55 ton/ha, melampaui lahan di luar kawasan program. Rahasia Dibalik Keberhasilan Program ini tidak hanya mengandalkan cara tradisional, tetapi menggabungkan strategi Disruptive Agriculture Technology (DAT): 1. Sistem Digital SIFORTUNA: Aplikasi yang menyediakan data prakiraan serangan OPT secara real-time dan telah terintegrasi dengan Situation Room Presiden. 2. Pengendalian Terpadu: Kombinasi metode fisik seperti Trap Barrier System (TBS), pengemposan sarang, hingga pemanfaatan musuh alami seperti burung hantu dan parasitoid. 3. Kolaborasi Lintas Sektor: Kerja sama erat antara BBPOPT, penyuluh, pemerintah daerah, dan 40 petani dari 14 kelompok tani. Tanggapan Stakeholder "Kita tidak lagi hanya bereaksi setelah serangan terjadi, tetapi mampu melakukan pencegahan sejak dini. Inilah kunci menjaga produksi pangan tetap aman." — Yuris Tiyanto, Kepala BBPOPT. Para petani, yang diwakili oleh Mardi, menyatakan kegembiraannya karena ilmu yang diberikan petugas sangat membantu mereka dalam mencapai hasil panen maksimal. Keberhasilan ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Para pemangku kepentingan memberikan apresiasi tinggi terhadap integrasi teknologi peramalan dan kolaborasi lapangan ini: 1. Yuris Tiyanto (Kepala BBPOPT) "Dengan sistem peramalan yang kuat, berbasis data dan teknologi, kita tidak lagi hanya bereaksi setelah serangan terjadi, tetapi mampu melakukan pencegahan sejak dini. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi; tanpa kebersamaan, apa yang kita nikmati sekarang tidak akan pernah terwujud." 2. Ladiyani Retno Widowati (Direktur Perbenihan Tanaman Pangan) "Program ini sangat bagus dan hari ini kita bisa melihat langsung hasilnya di lapangan. Saya berharap model Kampung Peramalan seperti ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di daerah lain." 3. Aris Eko Nugroho (Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY) "Keberhasilan panen di Sumbersari menjadi bukti bahwa Kampung Peramalan, integrasi teknologi, serta pendampingan petani mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara nyata di wilayah endemis tikus." 4. Rofiq Andriyanto (Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman) "Program ini terbukti menjadi solusi yang sangat baik dalam mengatasi hama tikus di wilayah Moyudan. Keberhasilan hari ini tentu akan kami laporkan kepada Bapak Bupati Sleman sebagai contoh inovasi pertanian." 5. Nurwidada (Kepala Balai Proteksi Tanaman Pertanian DIY) "Petani kini lebih memahami bahwa pengendalian hama tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kebersamaan dalam satu hamparan menjadi kunci keberhasilan pengendalian OPT." Tim Dok UPTD BPTP DIY