У нас вы можете посмотреть бесплатно Kampus Tanpa Hoaks | Short Movie MKWK или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
[DESKRIPSI FILM] Apa jadinya jika kepercayaan dalam sebuah organisasi hancur hanya karena selembar kertas dan desas-desus yang tak berdasar? "Kampus Tanpa Hoaks" menceritakan konflik di sebuah himpunan mahasiswa ketika inventaris organisasi hilang secara misterius. Di tengah situasi yang memanas, hoaks dan tuduhan mulai menyebar di grup WhatsApp, menyudutkan mereka yang tidak bersalah. Apakah integritas akan menang, ataukah fitnah akan menghancurkan solidaritas mereka? Melalui perjalanan Adit, Bela, Farah, dan teman-temannya, film ini mengajak kita memahami pentingnya Tabayyun (cek fakta), nilai-nilai Pancasila, dan tanggung jawab sebagai warga negara di era digital. Jangan biarkan hoaks merusak lingkungan terdekat kita! Film ini merupakan sebuah proyek Project Based Learning (PjBL) yang mengintegrasikan nilai-nilai akademis ke dalam narasi realitas kehidupan mahasiswa. Cerita berpusat pada konflik internal sebuah organisasi mahasiswa (himpunan) mengenai hilangnya aset berupa kertas dan tinta printer secara tidak wajar, yang kemudian memicu persebaran hoaks dan fitnah di lingkungan kampus. 1. Aspek Agama: Integritas & Tabayyun Fokus pada implementasi akhlak dalam berorganisasi: • Tabayyun: Tokoh Farah menekankan pentingnya cek fakta untuk menghindari fitnah. • Amanah: Kejujuran dipandang sebagai tanggung jawab kepada Tuhan, mendorong karakter Eka mengakui kesalahan. • Ukhuwah: Penyelesaian masalah mengedepankan pemaafan dan solusi tanpa mengabaikan keadilan. 2. Aspek Pancasila: Ideologi yang Hidup Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata: • Persatuan (Sila 3): Menyelesaikan masalah secara internal demi menjaga solidaritas organisasi. • Musyawarah (Sila 4): Menggunakan rapat anggota dan dialog, bukan penghakiman media sosial. • Keadilan (Sila 5): Memberikan sanksi mendidik sekaligus solusi ekonomi bagi pelaku agar tetap bisa bertahan hidup. 3. Aspek Bahasa: Komunikasi Digital Edukatif Bahasa sebagai sarana klarifikasi yang santun: • Ragam Bahasa: Perpaduan bahasa gaul untuk realisme dan bahasa formal untuk menegaskan nilai integritas. • Literasi Digital: Demonstrasi cara menyusun narasi klarifikasi yang runtut dan persuasif guna meluruskan disinformasi. 4. Aspek Kewarganegaraan: Hak & Ketahanan Nasional Kepatuhan pada hukum dan hak informasi: • Pasal 28F UUD 1945: Menjamin hak anggota organisasi untuk mendapatkan kebenaran informasi. • Kesadaran Hukum: Kepatuhan terhadap aturan organisasi sebagai miniatur kehidupan bernegara. • Ketahanan Nasional: Memerangi hoaks di kampus sebagai kontribusi pada stabilitas nasional dan SDGs Goal 16. Film "Kampus Tanpa Hoaks" adalah media edukasi bagi Gen Z untuk menjadi warga negara yang religius, taat hukum, dan cerdas berkomunikasi di era digital. Sinopsis Film Cerita bermula di sebuah kantin kampus ketika Adit dan Bela, pengurus himpunan mahasiswa, menyadari adanya ketidakteraturan dalam inventaris organisasi. Tinta printer dan berlembar-lembar kertas hilang tanpa jejak, serta catatan keuangan kotak uang kas tidak sinkron dengan pemakaian. Di tengah kebingungan tersebut, muncul isu miring di grup WhatsApp yang menyudutkan Bela sebagai bendahara sebagai pelaku pencurian. Hal ini menjadi contoh nyata betapa cepatnya disinformasi atau hoaks berkembang di lingkungan kampus. Berdasarkan prinsip tabayyun (cek fakta) yang diingatkan oleh Farah, mereka memutuskan untuk menyelidiki langsung ke ruang sekretariat. Di sana, mereka menangkap basah Eka, senior mereka, yang sedang menyalahgunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi. Ketegangan memuncak ketika Chika yang vokal merasa dikhianati dan Bela merasa integritasnya dipertaruhkan. Namun, di balik tindakan salah tersebut, terungkap kenyataan pahit bahwa Eka sedang mengalami kesulitan ekonomi untuk membayar kos dan makan. Alih-alih berakhir pada penghakiman, kelompok ini memilih resolusi kemanusiaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan SDGs Goal 16. Cerita diakhiri dengan langkah berani Eka untuk bertanggung jawab secara jujur di depan rapat anggota, sementara teman-temannya berperan sebagai "Digital Truth Guardians" yang meluruskan rumor melalui klarifikasi digital edukatif. [CAST & CREW] Produksi: Kelompok 2 - ABI 8 Project Based Learning (PjBL) - Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Tahun Akademik 2025/2026 Pernahkah kalian menemui hoaks di lingkungan kampus atau sekolah? Bagaimana cara kalian menanggapinya? Tulis di kolom komentar ya! Jangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE untuk mendukung konten edukatif mahasiswa! #KampusTanpaHoaks #TruthForSDGsID #DigitalTruthGuardians #FilmPendekMahasiswa #MKWK #LiterasiDigital #Tabayyun #PancasilaBekerja #StopHoaks