У нас вы можете посмотреть бесплатно Oposisi Tagih Kontan, Prabowo Bisa Laksanakan? | SUDUT PANDANG или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Presiden Prabowo baru-baru ini bertemu dengan sejumlah tokoh yang dianggap oposisi. Salah satunya adalah Abraham Samad, mantan Ketua KPK. Selain itu, ada Said Didu, mantan Menteri BUMN. Dua-duanya adalah tokoh yang keras mengkritik berbagai kebijakan Pemerintahan Prabowo. Lantas, apakah pertemuan itu adalah cara Prabowo untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak alergi kritik? atau lebih jauh dari itu, menjadi ajang untuk menjinakkan oposisi? Berikut analisis dari Buya Tafta. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Timestamp Diskusi [00:00] - Pendahuluan: Pertanyaan apakah undangan Prabowo kepada oposisi adalah aspirasi tulus atau sekadar gimik politik. [01:27] - Mengapa Prabowo memutuskan untuk berbicara dan mendengarkan kelompok oposisi atau pihak yang kritis. [02:49] - Alasan di balik keengganan menggunakan istilah "oposisi" karena dianggap tidak cocok dengan budaya musyawarah mufakat. [03:09] - Pentingnya substansi oposisi dalam demokrasi sebagai mekanisme check and balance. [05:07] - Stigma oposisi sebagai ancaman terhadap kekuasaan dalam sistem yang cenderung otoriter. [07:52] - Spekulasi mengenai alasan Prabowo mengundang tokoh-tokoh kritis dan representasi dari civil society. [09:12] - Analisis dua kemungkinan: Keinginan tulus mendengar aspirasi masyarakat atau sekadar strategi pencitraan (image building). [11:45] - Pembahasan mengenai kehadiran Abraham Samad dan tagihan konkret terkait independensi KPK serta penyidik yang terkena TWK. [14:16] - Pandangan skeptis terhadap kemungkinan "domestifikasi" atau penjinakan tokoh kritis seperti pada era Orde Baru. [18:14] - Pentingnya niat baik presiden yang harus berujung pada tindakan konkret dan kebijakan publik yang nyata. [21:55] - Tantangan pengelolaan negara di tengah ketidakpastian geopolitik global dan kondisi domestik yang kompleks. [23:39] - Kesimpulan: Tantangan terbesar presiden terpilih adalah menghadapi kepentingan dari para pendukungnya sendiri. Welcome to Satu Visi Media Kanal Antikorupsi, Don't forget to Like, Subscribe and Share our channel to support our vision together! Please follow our Social Media : Instagram : https://www.instagram.com/satuvisiuta... Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSN3uYFuP/ Untuk info kerja sama dapat menghubungi : +62813-8997-9760 visiintegritasmedia@gmail.com #visiintegritas #hanyasatukata #wikramautama