У нас вы можете посмотреть бесплатно Pedagang Es Gabus Ngaku Dianiaya Usai Dituduh Jual Es Pakai Spons, Alami Luka di Pipi dan Bahu или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pedagang Es Gabus Ngaku Dianiaya Usai Dituduh Jual Es Pakai Spons, Alami Luka di Pipi dan Bahu Suderajat (49), pedagang es gabus asal Depok, mengaku mengalami luka gores di pipi dan nyeri pada bahu setelah dianiaya akibat tuduhan bahwa es gabus yang dijualnya terbuat dari spons. Insiden tersebut terjadi saat ia berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026), dan membuatnya trauma hingga berhenti berjualan sementara. Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika sekelompok orang menghampiri Suderajat dengan dalih ingin membeli es gabus. Namun, barang dagangannya mendadak dituding menggunakan bahan spons. Es gabus tersebut kemudian diremas, dihancurkan, bahkan dilempar ke arah wajah Suderajat hingga melukai pipinya. “Iya, (es gabus) diremas-remas jadi hancur. Dibejek-bejek, ini dekat mata saya jadi sakit karena disabet kena timpukan es sama dia,” ucap Suderajat saat ditemui Kompas.com, Selasa (27/1/2026). Ia juga mengaku sempat ditendang hingga tubuhnya terasa lemas. Upaya klarifikasi bahwa es gabus yang dijualnya merupakan produk asli pun tidak membuahkan hasil. Suderajat mengaku terus disudutkan hingga tidak berdaya. “Saya bilang ini es kue yang asli. Saya bilang bukan tapi mereka bilang es spons,” ungkap Suderajat. Usai kejadian, Suderajat pulang tanpa menerima permintaan maaf maupun uang ganti rugi sebesar Rp 300.000 atas barang dagangannya yang rusak. Hingga kini, ia mengaku belum kembali berjualan selama tiga hari karena trauma dan khawatir mengalami kejadian serupa. -------------------- Tonton video berita lain di / @tribunlampungnewsvideo EDITOR VIDEO: Tri Prayugo #tribunlampung #esgabus #videoviral