У нас вы можете посмотреть бесплатно LURUH - BUKAN KARENA KAU BENCI (Official Musik Video) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
🎵 Judul Lagu: BUKAN KARENA KAU BENCI ✨ Sebuah perjalanan jiwa yang mencari cahaya di tengah gelapnya dunia Dalam hiruk-pikuk dunia dan gemerlap fana, ada jiwa yang memilih berjalan di jalan sunyi—jalan yang ditempuh para salik (pejalan spiritual). Lagu ini menggambarkan pencarian batin yang dalam, pergulatan seorang hamba dengan ego, kesunyian, ujian, dan akhirnya, penemuan hakikat cinta Ilahi. 💔 “Di riuh pasar dunia, aku terasing sendiri…” ⚡ “Rupanya Kau sedang meremukkan ‘aku’ yang palsu…” 🌙 “Kini lebur sudah… tiada aku… hanya Dia…” Lirik ini bukan sekadar ungkapan, tapi renungan tentang makna perjalanan ruhani—bagaimana jatuh adalah bagian dari pendidikan jiwa, dan bagaimana kehilangan justru mengantar pada perjumpaan dengan Yang Abadi. 🕊️ Makna Lagu Kesunyian sebagai jalan menuju Tuhan Ego yang hancur agar cinta-Nya terisi Ujian bukan tanda benci, tetapi tanda kasih Dunia yang rapuh, dan Dzat yang kekal 🌒 Lirik Di riuh pasar dunia, aku terasing sendiri Menepis kabut rupa, mencari Dzat yang abadi Mereka berebut takhta, aku berebut sunyi Mengetuk pintu langit yang terkunci di dalam hati Terkadang Kau sapa aku dengan 'Jalal'-Mu Sempit dada ini, seakan terhimpit batu Gelap tanpa cahaya, hilang manisnya rindu Rupanya Kau sedang meremukkan "aku" yang palsu Inilah ujian bagi mata yang ingin memandang Harus rela buta pada gemerlap yang terbentang Sakitnya dikupas kulit, perihnya membuang diri Agar di cawan hati, hanya Wajah-Mu yang terisi Bukan karena Kau benci, Kau biarkan aku jatuh Tapi agar aku tahu, selain Engkau... semuanya rapuh Bukan karena azab, badai datang silih berganti Tapi hanyalah ujian, yang kau titip tuk dilalui Dicaci oleh awam, dianggap hilang akal Karena bahasaku bukan lagi tentang bekal Mereka memeluk dunia yang pasti 'kan tanggal Sedang aku meniti buih di lautan kekal Ada masa dalam kesempitan Kau cabut segala rasa aman Hingga tak ada sandaran, tak ada kawan Kecuali Engkau... Ooo... Kecuali Engkau, Tuhan! Inilah ujian bagi mata yang ingin memandang Harus rela buta pada gemerlap yang terbentang Sakitnya dikupas kulit, perihnya membuang diri Agar di cawan hati, hanya Wajah-Mu yang terisi Bukan karena Kau benci, Kau biarkan aku jatuh Tapi agar aku tahu, selain Engkau... semuanya rapuh Bukan karena azab, badai datang silih berganti Tapi hanyalah ujian, yang kau titip tuk dilalui Kini lebur sudah... Tiada aku... Tiada kamu... Hanya Dia... La mawjuda illallah... 🎧 Dengarkan dengan hati yang sunyi Gunakan headphone untuk pengalaman terbaik, terutama saat merenung di malam hari atau setelah sujud panjang. Semoga lagu ini menjadi pengingat lembut, bahwa semua kembali pada-Nya. 💬 Jangan lupa 👍 Like untuk mendukung karya ini 💭 Tulis kesanmu di kolom komentar 🔁 Share jika lirik ini menyentuh hatimu 🔔 Subscribe untuk karya kontemplatif berikutnya 🤍 Ikuti & Dukung Kami di Media Sosial YouTube: / @luruhstudio Instagram: / luruhstudio TikTok: / luruhstudio Facebook: https://web.facebook.com/profile.php?... Spotify: https://open.spotify.com/artist/luruh #JalanSunyiSangSalik #MusikSufi #SpiritualJourney #Tasawuf #LaguRenungan #LirikIslami #Kontemplatif #NasyidModern #ZikirMalam