У нас вы можете посмотреть бесплатно Sasi: Pelindung Alam Papua или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Alhamdulillah akhirnya kami sampai juga ke destinasi utama: Raja Ampat di Papua. Destinasi ini menjadi impian kami, Keluarga Kusmajadi, saat berkeliling Indonesia. Kami terbang dari Ambon menuju Sorong sebagai pintu gerbang menuju Raja Ampat. Petualangan di Raja Ampat ditempuh selama lima hari. Destinasi awal kami adalah Kali Biru di Pulau Waigeo. Kami sungguh takjub tidak hanya dengan keindahan alamnya, tetapi juga kearifan lokal warganya terhadap alam sekitar. Sebelum ke Kali Biru, kami menemui ketua adat Suku Maya, Pak Alfred. Beliau adalah pemangku warga di sekitar Kali Biru. Beliau pernah bekerja di Jawa dan kembali ke Papua untuk membangun daerah dan warganya. Caranya adalah mengatur wisata serta memberikan kursus bahasa Inggris kepada warganya. Beliau dibantu oleh istrinya, Ibu Kristin. Pak Alfred menyatakan warga lokal sangat menghargai dan melindungi alam sekitarnya karena ditunjang oleh adat lokal. Salah satunya adalah sasi berbentuk pelarangan pengambilan hasil bumi dalam jangka waktu tertentu, baik itu hewan hutan, pohon, serta ikan di daerahnya. Sasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya eksploitasi berlebihan hasil alam Papua. Larangan ini sangat dipatuhi warga lokal maupun warga luar. Ketakjuban kami bertambah begitu melihat keindahan Kali Biru. Airnya sangat jernih dan sepi dari pengunjung. Kami baru pertama kali melihat pemandangan yang seperti ini. Kami puaskan untuk berenang dan merasakan kejernihan kali yang sangat terkenal di dunia maya ini. Kali Biru adalah destinasi wajib jika kita akan berkunjung ke Raja Ampat. Setelah itu, perjalanan kami lanjutkan ke Batu Pensil. Lokasinya lumayan jauh dari Kali Biru. Ditempuh dengan kapal cepat. Bentuknya unik. Terbentuk dari batu karst, berbentuk seperti pensil. Batu ini berbeda dengan ribuan bukit karst di Raja Ampat. Anda tertarik? Ayo kita ikuti video petualangan kami ini. Selamat menikmati