У нас вы можете посмотреть бесплатно "Pencegahan Ekstrimisme dan Radikalisme di Lingkungan Sekolah". (Bagian 1) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Dalam rangka peringatan bulan guru nasional, BBGTK Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 30 November 2025 di Surabaya menyelenggarakan forum diskusi ilmiah yang bertajuk Seminar Bulan Guru Nasional: "Pencegahan Ekstrimisme dan Radikalisme di Lingkungan Sekolah". Ketiga pembiacara yang dihadirkan adalah: Ridlwan Habib (Indonesian Intelegent Institute), Yudi Setianto (Widyaiswara BBGTK Jatim yang juga seorang Peneliti Ekstrimisme), serta Wildan (Mantan Napi Terorisme) dengan moderator Dr. Aripujiastuti. Gatot Malady, selaku ketua panitia menyampaikan: melalui forum seminar ini diharapkan dapat membekali peserta dalam: 1. Memahami Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di sektor pendidikan; 2. Meningkatkan kesadaran para peserta, dalam hal ini Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru, serta pegawai internal BBGTK Jawa Timur untuk berperan aktif sebagai agen pencegahan dalam peanggulangan ekstremisme dan radikalisme di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Insight hasil seminar yg perlu kita resapi: 1) Salah satu faktor pemantik murid terpapar ideologi (paham) radikal adalah perlakuan yang tidak bijaksana (luput perhatian) dari orang tua atau pihak di sekitar mereka yang kemudian menemukan tempat, komunitas dan penyaluran potensinya yang tidak sejalan dengan norma sosial. 2) Atensi lebih ketika kita melihat ada yg aneh pada murid kita (menyendiri, antisosial) adalah salah satu ikhtiar bijaksana untuk terus memperoleh pendampingan. 3) Advokasi, kesadaran kolektif para orang tua, pendidik, dan masyarakat luas akan fenomena modus operandi ekstrimesme dan radikalisme yg kian beragam dengan sasaran murid mari terus kita lakukan.