У нас вы можете посмотреть бесплатно Tuhan Takkan Mungkin Ingkar Janji! (Yeremia или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
1. Percaya bahwa Tuhan pasti mengenapi janji-janjiNya (Ay. 31-32). Tuhan tidak mungkin kehabisan cara untuk mengenapi janjiNya. Dia selalu punya cara untuk membuat janji-janjiNya digenapi. Dia tahu waktu yang tepat dan terbaik untuk menggenapi semua janjiNya. Terdengar klise dan sering kita dengar bukan? Tetapi demikianlah faktanya! Ketika Israel melanggar perjanjian di gunung Sinai, Tuhan memperbaharui perjanjian itu. Bahkan kalau kita lihat lebih jauh, Tuhan telah menggenapi janji dalam Yeremia 31:31-34 ini melalui kematian, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan Yesus, serta melalui pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta. Sungguh terbukti bahwa Tuhan menggenapi janji-janjiNya. Oleh karena itu, kita bisa belajar dari pergumulan pemazmur yang menantikan pertolongan Tuhan ketika menghadapi musuh (situasi yang sulit/tidak mudah). Mazmur 27 dimulai dengan keyakinan, “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku…Tuhan adalah benteng hidupku…” (Mazmur 27:1) dan ditutup dengan keyakinan, “aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN” (Mazmur 27:13a). Apakah saudara juga mau tetap percaya dalam masa menantikan penggenapan janji-janji Tuhan? Apakah dalam masa covid-19 ini saudara masih percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah ingkar janji? 2. Pembaharuan hati dan pertobatan (Ay. 33). Pemberontakan Israel kepada Tuhan disebabkan oleh kegedilan (kekerasan) hati dan keenganan untuk berubah. Itulah sebabnya, ketika Tuhan memperbaharui perjanjianNya, Tuhan menulis firmanNya (tauratNya) bukan lagi pada loh batu tetapi pada batin dan dalam hati manusia. Hal itu penting karena Tuhan tahu bahwa dari hati dapat timbul segala yang jahat dan najis (Mat. 15:18-19). Bila hati kita tidak diperbaharui oleh firman, maka pertobatan tidak akan terjadi. Kita harus mengalami pembaharuan hati dan pertobatan karena itu bukti bahwa kita masuk dalam perjanjian baru di dalam Tuhan Yesus. Wujud pertobatan adalah dengan mengikut teladan Tuhan. Oleh karena itu, mari setia kepada janji pernikahan kita. Ingat dan lakukan janji kita ketika kita membawa anak kita untuk dibaptis. Jangan lupakan janji akan pengakuan iman pribadi (sidi) kita. 3. Pengenalan akan Tuhan (Ay. 34). Kita bersyukur karena penghalang terbesar pengenalan akan Tuhan yakni dosa sudah dibereskan di atas kayu salib. Sekarang tinggal kita mau atau tidak untuk makin mengenal Tuhan. Pengampunan dan pembaharuan berkaitan erat dengan pengenalan akan Tuhan. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita bisa menantikan karya dan janji Tuhan digenapi dengan pengharapan yang kuat. Maka, semakin tenang kita menghadapi apapun juga dalam hidup kita. Bahkan, ketika menantikan pengenapan janji Tuhan, pengenalan akan Tuhan akan menolong kita akan bisa berkata seperti Pemazmur, “Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” Mzm. 27:14). Tuhan telah membuka DiriNya dan menyediakan jalan untuk kita mengenal Dia melalui pertolongan Roh Kudus. Ini kesempatan yang indah dan mulia bagi kita ketika dapat mengenal Tuhan.