У нас вы можете посмотреть бесплатно Dampak Konflik Timur Tengah, Irak Kurangi Produksi Minyak Usai Iran Tutup Selat Hormuz или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Perminyakan Irak mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah nasional setelah Iran menutup Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Dilansir dari Viory, rekaman drone pada Jumat (7/3/2026) memperlihatkan depot penyimpanan minyak Al Fao beserta fasilitasnya di Provinsi Basra, Irak. Dalam pernyataan resmi pada Selasa (3/3/2026), Kementerian Perminyakan Irak menjelaskan bahwa pengurangan produksi dilakukan setelah ekspor minyak berkurang bahkan sebagian dihentikan akibat penutupan Selat Hormuz. “Keberlanjutan kilang dan produksi berbagai produk turunan serta gas cair yang sedang berjalan tidak akan terpengaruh oleh pengurangan produksi minyak mentah dan penghentian ekspor akibat penutupan Selat Hormuz,” ungkap kementerian tersebut. Harga minyak dan gas dunia diketahui melonjak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Teheran dengan menargetkan Israel serta aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Penutupan jalur ini membuat pasar energi internasional menghadapi potensi kekurangan pasokan serta lonjakan harga. Situasi semakin memanas setelah QatarEnergy juga dilaporkan menghentikan produksi gas alam cair (LNG), sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyatakan akan “menghancurkan industri rudal Iran hingga rata dengan tanah”. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap Israel dan sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Dalam eskalasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi pada Sabtu. Konflik ini terjadi setelah sebelumnya berlangsung tiga putaran pembicaraan nuklir antara pejabat Iran dan Amerika Serikat, yang digelar di Muscat, Oman, serta dua kali di Jenewa, Swiss. Artikel ini telah tayang di Viory dengan judul Taps turn tight - Aerial views of Al Fao oil depot as Iraq reduces national crude output amid Iran conflict https://www.viory.video/en/videos/a31... Program: Tribunnews Update Editor Video: Mellinia Pranandari Uploader: Bagus Gema #viory