У нас вы можете посмотреть бесплатно Ramadan: Momentum Transformasi Menuju Hamba yang Saleh || Dr. Taufikurahman или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Alasan Mengapa Kita Harus Bergembira Mengapa kita harus bergembira? Karena dalam syariat, Ramadan adalah saat pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan pahala dibuka selebar-lebarnya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Yunus ayat 58: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ "Katakanlah (Muhammad), 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”. Nikmat Allah begitu luas, mulai dari kesehatan, keturunan, tempat tinggal, hingga kondisi negara kita yang aman dan damai dengan cuaca yang stabil. Semua ini adalah alasan syar’i bagi kita untuk bersyukur. Mahalnya Waktu di Bulan Ramadan Betapa berharganya waktu di bulan Ramadan dapat kita renungkan melalui kisah yang disampaikan oleh Talhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu tentang mimpinya. عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ بَلِيٍّ قَدِمَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ إِسْلَامُهُمَا جَمِيعًا فَكَانَ أَحَدُهُمَا أَشَدَّ اجْتِهَادًا مِنْ الآخَرِ فَغَزَا الْمُجْتَهِدُ مِنْهُمَا فَاسْتُشْهِدَ ثُمَّ مَكَثَ الآخَرُ بَعْدَهُ سَنَةً ثُمَّ تُوُفِّيَ... فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً؟" قَالُوا بَلَى. قَالَ: "وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ؟" قَالُوا بَلَى. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ "Dari Thalhah bin Ubaidillah, bahwa ada dua orang laki-laki dari suku Baliy datang menemui Rasulullah SAW, dan mereka masuk Islam secara bersamaan. Salah satu dari keduanya lebih bersungguh-sungguh (dalam beribadah) daripada yang lainnya. Kemudian laki-laki yang lebih bersungguh-sungguh itu ikut berperang dan meninggal sebagai syahid. Sementara laki-laki yang satunya lagi tetap hidup (tinggal) selama satu tahun setelahnya, kemudian ia pun wafat... Maka Rasulullah SAW bersabda: 'Bukankah orang ini tetap hidup satu tahun setelahnya (wafatnya teman yang syahid tadi)?' Para sahabat menjawab: 'Benar.' Beliau bersabda lagi: 'Dan dia mendapati bulan Ramadan, lalu ia berpuasa serta melaksanakan salat dengan sekian banyak sujud dalam setahun itu?' Para sahabat menjawab: 'Benar.' Rasulullah SAW bersabda: 'Maka perbedaan (kedudukan) antara keduanya lebih jauh daripada apa yang ada di antara langit dan bumi.'" (Riwayat Hadits Ahmad, An-Nasa’I, dan Ibnu Majah) Maka, setiap detik di bulan Ramadan ibarat mutiara yang harus kita kumpulkan melalui salat wajib, rawatib, tarawih, tahajud, dan tilawah Al-Qur'an. Rasulullah SAW bersabda: قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ "Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i). Ramadan sebagai Penghapus Dosa Ramadan juga merupakan momentum penghapusan dosa. Begitu istimewanya bulan ini, hingga para salafus saleh berdoa sejak enam bulan sebelumnya agar dipertemukan kembali dengan Ramadan. Doa yang sering kita dengar adalah: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan.". Keikhlasan dan harapan akan pahala menjadi kunci. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya di masa lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim). Menjadi Hamba yang Bersyukur dan Bersabar Kita memohon agar dijadikan hamba yang pandai bersyukur atas segala nikmat panca indera dan rezeki yang ada. Sebagaimana doa dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahqaf ayat 15: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." . Meskipun saat ini kita mungkin menghadapi tantangan ekonomi seperti kenaikan harga bahan pokok, kita diajarkan untuk tetap bersyukur dan bersabar. Sabar dan syukur adalah dua sayap yang membawa kita kepada Allah. Rasulullah SAW dan para sahabat pun hidup dalam kesederhanaan namun tetap menjadi pribadi yang paling bersyukur. Wallahu a’lam, Aan Fathoni