У нас вы можете посмотреть бесплатно Munafik Kecil Dan Munafik Besar, Ust. Hanan Attaki. Lc, MA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Munafik Kecil Dan Munafik Besar, Ust. Hanan Attaki. Lc, MA #munafik #musyrik #pembohong ** Kenali Dua Bentuk Munafiq Di Sekitar Kita ** KALAU boleh dimisalkan, sesungguhnya kaum munafik itu mempunyai tubuh yang indah, manis bibirnya, fasih bicaranya, tapi busuk hatinya. Mereka itu, bagai tongkat bambu – yang bersandar – tanpa buah hingga tinggallah ia potongan-potongan kayu yang tertancap di bumi, Al-Quran. Ciri lain dari kaum munafik itu, adalah selalu shalat di akhir waktu bahkan nyaris habis. Bangun subuh pada saat terangnya matahari, shalat Ashar tatkala matahari terbenam. Juga, cara shalatnya sangat memprihatinkan, bagai anggukan-anggukan burung gagak. Jasmaninya melakukan gerakan-gerakan shalat – dengan amat cepat, sedang rohaninya tidak. Ketidakkhusukan dalam shalat pun nampak. Bola matanya melirik kesana dan kemari. Tentu saja, dalam melakukan shalat itu mereka enggan berjamaah. Mereka lebih senang sendiri baik di rumah maupun di tempat kerja – agar cepat selesai. Secara kuantitas, kaum munafik itu besar, tapi secara kualitas amat kecil (rendah). Mereka adalah manusia-manusia bodoh, yang mencoba menjadi orang yang paling menipu Allah. Tapi sayang, mereka tidak memahaminya. Dalam Al-Quran disebutkan, ketika orang-orang beriman mendapat rahmat, maka orang-orang munafik menjadi kecewa berat. Tapi, bila terkena musibah, kaum munafik itu bersuka ria. Perilaku ini, memang amatlah jauh dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam. وَيَحْلِفُونَ بِاللّهِ إِنَّهُمْ لَمِنكُمْ وَمَا هُم مِّنكُمْ وَلَـكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَفْرَقُونَ “Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).” (QS: At Taubah [9]: 56] Hasan al-Basry, pernah meriwayatkan, “Hanya orang yang beriman yang takut dari kemunafikan, dan hanya orang munafik yang merasa aman darinya (kemunafikan).”(Shahih Al Bukhari) Dalam hal menghadapi para munafik itu, para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam punya do’a khusus untuk menghindari orang munafiq. اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ ، وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ ، وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ ، وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ ، فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ ” . “Wahai Allah bersihkanlah hatiku dari nifaq, (bersihkanlah) amalku dari riya, (bersihkanlah) lisanku dari dusta, (bersihkanlah) mataku dari pengkhianatan. Sesungguhnya Engkau mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan didalam dada.” (HR. Hakim) Nifaq dibagi menjadi dua jenis: Nifaq I’tiqadi dan Nifaq ‘Amali. Nifaq I’tiqadi (keyakinan) masuk nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan pelakunya keluar dari agama. Allah menyifati para pelaku nifaq ini dengan berbagai kejahatan, seperti kekufuran, ketiadaan iman, mengolok-olok dan mencaci agama dan pemeluknya serta kecenderungan kepada musuh-musuh untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam. Di antara Nifaq I’tiqadi adalah; Mendustakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, membenci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, gembira dengan kemunduran agama Islam dan tidak senang dengan kemenangan Islam. Nifaq ‘Amali (perbuatan) adalah melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih tetap ada iman di dalam hati. Nifaq jenis ini tidak mengeluarkannya dari agama, tetapi merupakan wasilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam iman dan nifaq. Lalu jika perbuatan nifaqnya banyak, maka akan bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ كَانَ مُنَافِقاً خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيْهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا، إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ. “Ada empat hal yang jika terdapat pada diri seseorang, maka ia menjadi seorang munafiq sejati, dan jika terdapat padanya salah satu dari sifat tersebut, maka ia memiliki satu karakter kemunafikan hingga ia meninggalkannya: 1) jika dipercaya ia berkhianat, 2) jika berbicara ia berdusta, 3) jika berjanji ia memungkiri, dan 4) jika bertengkar ia melewati batas.” [HR. Bukhori] Semoga bermanfaat. Jangan lupa dukungannya dengan Subscribe, Like, Comment dan Share channel ini. Follow juga kami di : Instagram : / indonesia.mengaji.001 Facebook : / indonesiamengaji001 Youtube : / indonesiamengaji001 Terima Kasih. Wassalam.