У нас вы можете посмотреть бесплатно Bahlil Klaim Stok BBM hingga LPG Aman Jelang Lebaran 2026 | Tirto Recap или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Stok energi yang disebut dalam kondisi aman, yakni cadangan crude, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG). Bahlil menilai, kesiapan stok menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas selama periode hari raya. “Khusus untuk menyangkut dengan persiapan hari raya, ya Hari Raya Idul Fitri, bulan puasa, alhamdulillah teman-teman, saya menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita, crude, BBM, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026). Bahlil mengatakan, standar minimum ketahanan energi nasional yang ditetapkan berlangsung selama 21 hari. Posisi cadangan energi saat ini diklaim melampaui batas minimal tersebut. Di satu sisi, kata Bahlil, kapasitas penyimpanan nasional memang masih terbatas pada kisaran kurang dari satu bulan. Namun, ia menilai, kondisi tersebut masih cukup aman untuk menghadapi lonjakan konsumsi. “Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari," klaimnya. Pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan, pembangunan fasilitas penyimpanan baru menjadi agenda strategis. Targetnya, kata Bahlil, yakni meningkatkan kapasitas cadangan hingga mampu bertahan selama tiga bulan. Bahlil mengklaim, langkah itu penting untuk dilakukan menghadapi ketidakpastian pasokan global. Upaya penguatan kapasitas disebut dilakukan bersamaan dengan pengawasan distribusi di lapangan. Kata dia, pemerintah ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar selama Ramadan dan Lebaran. "Memang secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25-26 hari, enggak lebih dari itu. Makanya. sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan tiga bulan, karena itu standar internasional," urai dia. Selain itu, Bahlil juga menyebut pemerintah mengambil skenario terburuk menghadapi ketegangan geopolitik global usai Amerika Serikat (AS)-Israel menyerang Iran. Salah satu solusi atas skenario tersebut, yakni mengalihkan impor crude ke AS. Menurut dia, penutupan Selat Hormuz akibat konflik AS-Israel dengan Iran berisiko mengganggu distribusi minyak se-dunia. Situasi itu disebut tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir. “Sekali lagi saya katakan bahwa ketegangan ini tidak bisa kita meramalkan kapan selesai. Bisa cepat, bisa lambat," tutur Bahlil . Bahlil menyebutkan, dengan asumsi krisis yang berlangsung lama, pemerintah menyiapkan strategi pengalihan sumber impor minyak mentah. Tujuannya, memastikan pasokan dalam negeri tetap tersedia tanpa gangguan distribusi. Kata Bahlil, sebagian impor crude Indonesia selama ini memang berasal dari kawasan Timur Tengah. Akan tetapi, ketergantungan tersebut dinilai masih bisa dikelola melalui diversifikasi pemasok. Karena itu, Bahlil menyatakan, pemerintah memutuskan untuk mengambil crude dari AS. “Nah, dalam rangka itu kami mengambil alternatif terjelek, katakanlah ini lambat. Maka apa skenarionya? Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East, sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika. Supaya apa? Ada kepastian ketersediaan crude kita," urai dia. Bahlil mengatakan, selain AS, pemerintah juga membuka peluang memperluas kerja sama dengan negara lain yang lebih stabil secara geopolitik. Diversifikasi itu disebut penting agar Tanah Air tidak terjebak risiko impor hanya dari satu negara. Bahlil mengatakan, impor crude dari Timur Tengah berkisar 20-25 persen dari total impor nasional. Sisanya, berasal dari Afrika, AS, dan Brasil. “Namun, dengan berbagai macam dinamika yang ada, alhamdulillah ternyata setelah tadi kita detailing, dari total impor crude kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-25 persen. Selebihnya kita ambil dari Afrika, dari Angola, dari Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brazil," tuturnya. Reporter/Penulis: Muhammad Naufal #TirtoRecap