У нас вы можете посмотреть бесплатно Diduga Diterkam Buaya, Jauhari Ditemukan Meninggal Dunia или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Pencarian terhadap Jauhari alias Buluk (40 tahun) oleh Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Jauhari ditemukan di sekitaran lokasi Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (11/2/2026) pagi. “Sekitar jam 8.50 WIB tadi ketemunya, dalam keadaan meninggal dunia,” kata salah seorang anggota BPBD Bangka kepada Bangkapos.com Kini jenazahnya telah dibawa menggunakan kantong jenazah untuk proses evakuasi lebih lanjut. Sekdar informasi, Jauhari dilaporkan hilang pada Selasa (10/2/2026) malam saat memancing bersama rekan-rekannya di Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat. Dia mendadak hilang diduga diterkam buaya. Sebuah senter dan alat pancing/tajur milik Jauhari tertinggal begitu saja di lokasi kejadian. Diberitakan Bangkapos.com sebelumnya, Sejak malam, Selasa (10/2/2026), Tim SAR Gabungan melalukan upaya pencarian hilang korban diduga diterkam buaya di Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Bangka. Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi sejak mendapatkan laporan tadi malam langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat dan melaksanakan pencarian. Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika menjelaskan, upaya pencarian telah dilakukan sejak malam hari dengan memanfaatkan drone thermal. “Pencarian semalam kami maksimalkan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban maupun predator yang diduga menerkam korban, namun hasilnya masih nihil,” kata Mikel, Rabu (11/2/2026). Kata dia, operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala, seperti kondisi sungai yang memiliki banyak anak sungai serta potensi keberadaan hewan buas di sekitar lokasi kejadian. Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan tinggi bagi seluruh personel SAR di lapangan. “Pagi ini pencarian kembali dilanjutkan bersama Tim SAR Gabungan. Semoga korban dapat segera ditemukan,” ucapnya. Lebih lanjut, kronologi hilang pemancing atas nama Jauhari alias Buluk (40 tahun) itu bermula ketika korban dan sejumlah rekannya berangkat ke sungai tersebut untuk menajur (memancing) ikan. Setibanya di lokasi, mereka berpencar untuk memasang tajur di sepanjang sungai. Tak lama kemudian, rekan-rekan korban mendengar suara teriakan yang disusul gemuruh air cukup besar dari arah sungai. Awalnya, suara tersebut diduga berasal dari hewan liar seperti monyet. Namun karena curiga, mereka mendatangi sumber suara tersebut. Sesampainya di lokasi, korban tidak ditemukan. Rekan korban hanya mendapati senter milik Jauhari dalam kondisi masih menyala dan mengapung di pinggir sungai. “Mengingat kawasan Sungai Limbung dikenal sebagai habitat buaya, korban diduga kuat diserang predator tersebut. Kejadian itu kemudian segera dilaporkan ke Kantor SAR Pangkalpinang,” ungkap Mikel. Video Editor: Ilham Pratama Reporter: Arya Bima Mahendra SIMAK MEDSOS Pos Belitung. Klik Link Dibawah Ini !!! https://belitung.tribunnews.com/ / posbelitung / belitungtribunnews / posbelitung / posbelitung1