У нас вы можете посмотреть бесплатно Sounds From The Corner : #31 Oscar Lolang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Saya mengenalnya tidak lama, tapi saya tahu betul bahwa Oscar Lolang punya dua wajah yang berbeda. Di balik kord simpel namun mengena, Oscar jadi jujur dan perkasa. Enam dawai mengubahnya menjadi seorang penyair lantang menyeruak tajam, meningkahi cinta, kehidupan sampai politik di tanah Indonesia. Menggelegar atau berbisik, dalam konteks sama Oscar bisa menabuh semangat aktivisme sekaligus memancing emosi mendulang memori di masa lampau. Bertegur sapa di perbincangan kasual, Oscar jadi sosok kikuk dan pemalu. Terkadang tergagap merampungkan kalimatnya, dualisme kepribadian Oscar Lolang membuat saya berpikir tentang bagaimana manusia menggunakan medium-medium berbeda untuk menemukan ruang jati diri yang sebelumnya tak pernah tersentuh. Bagi saya pribadi, misteri identitas ini selalu bersemayam dalam kegiatan tulis menulis. Membaca tulisan lama membuat saya jadi obat terapi cuma-cuma, terkadang malah jadi jalan pintas untuk mengerti diri sendiri yang kompleks. Saya mungkin saja keliru, tapi bagi Oscar, lagu-lagunya mungkin menjembatani isi kepala yang tidak bisa diwakilkan dengan jadi pribadi normal sehari-hari. Gitar mencukil identitasnya, panggung membuatnya jadi seorang pencerita. Oscar juga seorang pemerhati ulung. Dari lagu-lagunya, saya tahu Ia punya daya kurasi mumpuni untuk cakrawala kultur dan budaya yang Ia punya. Mengaku penyuka Nick Drake dan Joan Baez, Oscar memilih untuk bersabda mengenai Papua ketimbang kopi dan senja. Buat saya, kesederhanaan Folk adalah kemewahan yang tidak bisa dianggap enteng. Alur musik yang simpel harusnya digunakan oleh musisinya sebagai alat bercerita yang ampuh dan memberikan pengaruh. Nampaknya Oscar sadar dengan tanggung jawab tersebut dan berusaha untuk meramu sesuatu yang baik komposisinya. Oscar punya selera yang cukup baik dalam memberikan substansi. Aransemen yang dia usung punya progresi yang baik. Silakan cermati bagaimana Ia membangun adrenalin dengan teliti dalam “Green Man”. Dia perlahan membangun empati dari formasi penyanyi latar, tabuhan drum dan “isian” gitar yang minimalis. Letupan emosi di puncak lagu jadi terasa natural, karena dibangun dalam fondasi yang kokoh. Dengan Oscar saya juga berbincang mengenai Jatinangor, sebuah tempat yang juga dekat di hati saya. Keberadaan Oscar mewakili hembusan angin segar komplotan musisi dari tempat tersebut. Saya bernafas lega, karena akhirnya “desa” tersebut tidak hanya jadi sekadar memori, tapi juga jadi acuan musik yang relevan. Apapun identitas yang dibentuknya, saya harap musik Oscar Lolang akan bertengger lebih lama ketimbang umur semesta. Kami mendokumentasikannya agar kalian bisa membantu agar dia dikenal seluruh penjuru dunia. Sounds From the Corner presents, Oscar Lolang - Teguh Wicaksono SETLIST 1. Yellow Moon 2. Unwanted Temple 3. Green Man 4. Eastern Man 5. Clouds of Jakarta Follow Oscar Lolang at : Twitter - / oscarlolang Instagram - / oscarlolang ----------------------------------------------- ►Subscribe to Sounds From The Corner : http://www.youtube.com/subscription_c... Website : http://www.soundsfromthecorner.com Follow us at Twitter - / sftc_ Facebook - / soundsfromthecorner Instagram - / soundsfromthecorner