У нас вы можете посмотреть бесплатно Pemprov Lampung Koordinasi Penanganan Banjir 44 Titik di Bandar Lampung или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
RILISIDTV, Bandarlampung - Banjir yang melanda 44 titik di Kota Bandar Lampung pada Jumat, 6 Maret 2026, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Data tersebut berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi penanganan banjir di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin 9 Maret 2026. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dan dihadiri perwakilan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai, DPR RI Komisi 5 dari daerah pemilihan Lampung, serta perwakilan pemerintah daerah dari Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pesawaran. Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menjelaskan, pertemuan tersebut difasilitasi Pemerintah Provinsi Lampung atas arahan gubernur untuk mencari solusi bersama terhadap persoalan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Bandar Lampung. Menurutnya, banjir bukan hanya menjadi persoalan satu daerah, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah pusat. Penanganan banjir juga harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari wilayah hulu hingga hilir, dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan Pemerintah Kota Bandar Lampung telah melakukan berbagai upaya penanganan banjir, di antaranya perbaikan talut, normalisasi sungai, hingga penertiban bangunan di bantaran sungai. Eva Dwiana yang akrab disapa Bunda Eva menjelaskan, persoalan utama saat ini adalah mempercepat aliran air agar dapat keluar dari wilayah kota, terutama di kawasan perbatasan antara Bandar Lampung dan Lampung Selatan yang memiliki sejumlah sungai besar. Ia menyebutkan, sebagian besar titik banjir berada di wilayah perbatasan tersebut, sementara kawasan pesisir relatif aman dari genangan. Bunda Eva berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta instansi terkait untuk bersama-sama mencari solusi penanganan banjir di ibu kota Provinsi Lampung tersebut. Sementara itu, Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari menjelaskan, penanganan banjir perlu dilakukan melalui langkah jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendek, langkah yang perlu dilakukan antara lain normalisasi sungai serta peninggian tanggul, karena kapasitas beberapa sungai sudah tidak lagi mampu menampung debit air yang meningkat. Selain itu, penataan sempadan sungai juga dinilai penting karena banyak permukiman yang berdiri terlalu dekat dengan aliran sungai sehingga menyulitkan proses pembersihan. Elroy menambahkan, hingga saat ini penanganan banjir di Bandar Lampung belum memiliki master plan yang komprehensif, sehingga penanganan yang dilakukan masih bersifat parsial. Untuk jangka panjang, pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti kolam retensi atau embung dinilai menjadi salah satu solusi untuk menahan aliran air sebelum masuk ke wilayah perkotaan dan mengurangi risiko banjir di Kota Bandar Lampung. ___________________________________________ Follow Juga Sosial Media Kami Instagram rilislampung klik link / rilislampun. . Facebook Rilis.id TV / rilisidtv Twitter / rilisonline Kunjungi Website RILIS.ID https://rilis.id/ RILISLAMPUNG.ID https://lampung.rilis.id/ Baca berita terkini klik link di bawah ini: https://rilis.id/Index https://lampung.rilis.id/Index ___________________________________________ Info Iklan, promosi dan kerjasama: Chat WhatsApp 082177591156 ___________________________________________