У нас вы можете посмотреть бесплатно Pertamina: Tiga Kapal Tanker Masih di Area Konflik Timur Tengah, Dua di Teluk Arab, Satu di Oman или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina International Shipping (PIS) memberikan update terkini soal keberadaan armada kapal tanker yang membawa pasokan minyak untuk cadangan energi dalam negeri yang kini sedang beroperasi di Timur Tengah. Berdasarkan catatan, terdapat empat unit kapal milik PT PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah di tengah ketegangan konflik Amerika Serikat-Israel terhadap Iran. Pjs Corporate Secretary Vega Pita menyampaikan, terhadap empat unit kapal tersebut, dipastikan satu di antaranya sudah beranjak dari kawasan konflik. "Dari 4 unit kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, satu kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani," kata Vega kepada Tribunnewscom, Sabtu (7/3/2026). Dengan begitu, kata dia, hingga hari ini masih terdapat tiga unit kapal yang masih berada di kawasan Timur Tengah. Ketiganya berada di dua perairan yang berbeda yakni kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoto berada di Teluk Arab, sedangkan PIS Paragon berada di perairan Oman. "VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di Teluk Arab, serta PIS Paragon yang berada di Oman," kata dia. "VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Sementara, PIS Paragon akan segera berlayar menuju India," sambung Vega. Meski demikian, Vega memastikan ketiga kapal milik PT PIS tersebut dalam kondisi aman dan pemantauan penuh dari pihak Pertamina. Editor: Djohan Nur Uploader: Djohan Nur