У нас вы можете посмотреть бесплатно LAKON : Narayana Kalajaya Ki Dalang Teguh Surono N Dimun или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Dalam Rangka Bersih Desa. Kampung Fajar Bulan, Kec. Gn. Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Indonesia 10 Januari 2026 Ki Dalang Teguh Surono 853...6677...5601 M Thoip 0822//6156//8780. Dalang Teguh Surono adalah seorang seniman dalang wayang kulit yang aktif mengadakan pagelaran di wilayah Lampung. Ia dikenal sering mengisi acara-acara penting di daerah tersebut, seperti perayaan hari jadi kabupaten maupun acara organisasi kemasyarakatan. Berikut adalah beberapa informasi terkait kiprah Ki Dalang Teguh Surono: Basis Kegiatan: Ia sering tampil dalam acara-acara di Provinsi Lampung, termasuk di Kabupaten Pringsewu. Pagelaran Penting: Mengisi acara Pesta Rakyat Wayang Kulit yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pringsewu pada April 2025 dengan lakon Indra Prastha Makmur. Tampil dalam peringatan HUT ke-44 Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) di Lampung pada Juli 2024. Karakteristik: Sebagai dalang, ia berperan dalam melestarikan seni wayang kulit purwa bagi masyarakat, khususnya komunitas Jawa di Sumatera. Perlu diperhatikan bahwa nama "Surono" juga dimiliki oleh beberapa dalang lain seperti Ki Surono Purbo Carito dan Ki Surono Gondo Taruno, namun Ki Teguh Surono secara spesifik teridentifikasi dengan aktivitas pewayangan di wilayah Lampung. Ya, wayang kulit (dan wayang secara umum) telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia) sejak 7 November 2003, yang menegaskan statusnya sebagai warisan budaya dunia milik Indonesia yang kaya akan nilai moral dan estetika, dengan beragam jenisnya yang hidup di berbagai daerah. Poin-poin Penting: Pengakuan Awal: UNESCO secara resmi mengakui wayang sebagai "Masterpiece" pada 7 November 2003. Warisan Tak Benda: Lima tahun kemudian, wayang kembali dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO (UNESCO's Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). Simbol Budaya: Pengakuan ini memicu penetapan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional di Indonesia. Kekayaan Jenis: Selain wayang kulit, ada banyak jenis wayang lain seperti wayang golek, wayang beber, wayang klitik, dan wayang parwa, yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara. Nilai Luhur: Pertunjukan wayang tidak hanya hiburan, tetapi juga sarana penyampaian nilai-nilai moral, filosofi hidup, dan kritik sosial, yang diwariskan secara turun-temurun melalui pementasan dalang.