У нас вы можете посмотреть бесплатно Sosok Kapolsek Patumbak, Malah Bela Anggotanya dan Minta Korban Pemerasan Oknum Polisi Bersyukur или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago baru-baru ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya ia membela anggotanya yang melakukan pemerasan terhadap istri seorang tahanan benama Muthia. Bahkan ia meminta awak media untuk tidak membesar-besarkan kasus tersebut. Dikutip dari Tribun-Medan.com, pemerasan yang dilakukan anggota polisi bernama Aiptu Iwan D sinaga tersebut dilakukan dengan berkedok mencabut perkara. Dalam kasus ini, Muthia sendiri merasa dibohongi oleh Aiptu Iwan, anak buah Kompol Faidir Chaniago. Pasalnya, saat datang ke Polsek Patumbak, Aiptu Iwan mengatakan, uang Rp 16 juta yang dia terima dari Muthia itu sebagai dana cabut perkara. Namun setelah uang diterima oleh Aiptu Iwan, kasus suami Muthia malah tetap berlanjut. Bahkan, oknum jaksa yang diduga bekerja sama dengan Aiptu Iwan malah meminta uang lagi sebanyak Rp 30 juta pada Muthia. Terkait masalah ini, Kompol Faidir Chaniago malah meminta Muthia bersyukur. Menurut Faidir, Aiptu Iwan justru membantu Muthia, agar suaminya bisa ditangguhkan dalam kasus penadahan motor curian dengan biaya Rp 16 juta . "Harusnya dia (Muthia) bersyukur, karena sudah dibantu untuk ditangguhkan," kata Faidir membela anggotanya. Selain itu, Faidir juga meminta awak media untuk tidak membesarkan masalah ini. Namun Faidir tidak menjelaskan lebih lanjut soal uang Rp 16 juta dan uang kamar Rp 2,5 juta yang diminta oleh Aiptu Iwan. Apakah itu memang legal dilakukan oleh pihak kepolisian. Faidir mengatakan, bahwa hasil pemeriksaan Propam, anggotanya tidak ada meminta uang itu. "Hasil pemeriksaan Propam tidak ada anggota saya meminta uang itu. Malah dibantunya untuk menangguhkan," kata Faidir. Terpisah, Kepala Divisi Sipil Politik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Maswan Tambak menjelaskan kasus tersebut serupa motifnya dengan kasus yang sedang ditangani di Polsek Helvetia. "Permintaan sejumlah uang untuk kemudahan proses hukum. Hanya saja pada berita ini sudah ada menyerahkan uang dan kemudian sudah sampai melibatkan jaksa," ujarnya kepada Tribun Medan. Dikatakan Maswan, hal tersebut menunjukkan anggota kepolisian di jajaran Polrestabes Medan memang banyak yang mengalami sakit mental. Hal ini menjadi faktor kenapa kasus dugaan pemerasan berkedok cabut perkara ini terus berulang. Selain itu juga, berulangnya kasus dugaan pemerasan di kepolisian merupakan bentuk lemahnya pengawasan dan pembinaan Polda Sumut. (Tribun-Video.com/Tribun-Medan.com) Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul ANEH, Kapolsek Patumbak Minta Keluarga Tersangka yang Merasa Diperas Anggotanya Bersyukur, https://medan.tribunnews.com/2021/12/.... Penulis: Goklas Wisely | Editor: Array A Argus