У нас вы можете посмотреть бесплатно Orang Jaton/Jawa Tondano: Keturunan Pasukan Diponegoro, Penyebar Islam di Sulawesi Utara или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Orang Jaton/Jawa Tondano: Keturunan Pasukan Diponegoro, Penyebar Islam di Sulawesi Utara Jaton adalah akronim dari Jawa Tondano, berawal dari tempat pemukiman para pejuang Perang Diponegoro, dikenal dengan Perang Jawa, yang diasingkan di masa kolonial Belanda dibawah pimpinan Kyai Modjo pada tahun 1830. Tempat permukiman tersebut dinamakan Kampung Jawa yang terletak di bagian utara Kota Tondano, dan dikenal dengan sebutan Kampung Jawa Tondano atau disingkat Jaton. Orang-orang Jaton dengan keturunannya masih eksis sampai sekarang dengan berbagai adat budayanya yang tinggi. Namun mereka sudah tidak bisa lagi berbahasa Jawa. Mereka menggunakan Bahasa Minahasa atau disebut Bahasa Jaton. Bahasa dengan logat Minahasa ini menyelipkan beberapa kosa kata Bahasa Jawa, berbeda dengan bahasa Minahasa asli, misalnya sego (nasi) dan wedang (minuman). Bahasa Jawa dibawa leluhur mereka hilang sejak generasi kedua. Boleh jadi lantaran anak-anak mereka lebih banyak berkomunikasi dengan sang ibu sehingga Bahasa Minahasa lebih banyak digunakan. Namun warga Kampung Jaton masih menjalankan beberapa tradisi Jawa, seperti midodareni bagi calon pengantin perempuan, mauludan, lebaran ketupat, hingga maleman dalam bulan Ramadan.