У нас вы можете посмотреть бесплатно WASPADA! 7 Makanan Bikin Ginjal Lansia Rusak Cepat или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Bapak Ibu, jawab jujur dalam hati: apakah Anda masih sering makan mie instan, ngemil kerupuk dan ikan asin, minum teh manis tiap hari, atau langsung beli obat nyeri di warung saat badan pegal-pegal? Jika "iya", video ini bisa menjadi penentu apakah ginjal Anda akan bertahan di masa tua, atau justru terperosok ke jurang gagal ginjal. Banyak masyarakat kita mengira ciri-ciri ginjal bermasalah itu murni karena kurang minum air putih. Padahal faktanya, ginjal lansia itu ibarat saringan air yang sudah menua; perlahan terkikis dan jebol karena kebiasaan makan harian yang sering dianggap sepele. Kerusakan ini terjadi diam-diam. Penyakit ginjal kronis sering tidak menunjukkan gejala di awal. Tiba-tiba saja kaki bengkak di sore hari, tubuh lemas, kencing berbusa, hingga akhirnya divonis harus cuci darah atau transplantasi. Jangan tunggu saringan tubuh Anda rusak total. Mari kurangi beban ginjal Anda hari ini juga, cukup dengan cara yang paling murah: mengubah isi piring. Di video edukasi Mitra Sehat Senior ini, Bapak dan Ibu akan mempelajari: 7 Makanan pemicu perusak ginjal yang paling sering mempercepat kerusakan pada usia 50, 60, hingga 70 tahun ke atas. Tanda bahaya yang sering diabaikan, dari bangun tidur wajah bengkak hingga tekanan darah yang sulit turun. Solusi daftar makanan pengganti yang tetap enak, realistis, dan ramah ginjal. Kombinasi kebiasaan paling fatal (kurang minum cairan ditambah minum obat nyeri) yang bisa memicu gagal ginjal akut. BONUS: Protokol "Aturan 3 Jaga" yang sangat mudah untuk dipraktikkan mulai besok pagi. 00:00 – Mengapa ginjal lansia cepat rusak padahal sering minum? 02:30 – Analogi saringan tua & ciri penyakit ginjal kronis 05:30 – Pemicu 1: Bahaya natrium tersembunyi (mie instan, kerupuk, ikan asin) 10:30 – Pemicu 2: Daging merah & olahan yang membebani saringan ginjal 14:30 – Pemicu 3: Efek asam fosfat pada minuman soda gelap 15:45 – Pemicu 4: Risiko susu sapi berlebihan untuk tulang & ginjal lansia 17:15 – Pemicu 5: Kapan buah tinggi kalium (pisang, air kelapa) jadi bahaya? 19:00 – Pemicu 6: Gula, pemanis, dan ancaman diabetes penyebab ginjal rusak 21:00 – Pemicu 7: Racun mematikan dari obat nyeri bebas & jamu pegal kimia 24:30 – Peringatan! Kombinasi fatal penyebab gagal ginjal akut lansia 27:00 – Protokol "Aturan 3 Jaga" untuk menyelamatkan saringan tubuh Anda 📚 REFERENSI ILMIAH: Urea & Beban Asam (Efek Protein Hewani): (Sumber: National Institutes of Health / NIH - https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles... ) Kerusakan Glomerulus akibat Diabetes: (Sumber: Kementerian Kesehatan RI - https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-p... ) Bahaya NSAID (Obat Nyeri Bebas): (Sumber: National Institutes of Health / NIH - https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles... ) Kreatinin & eGFR: (Sumber: World Health Organization / WHO - https://www.who.int/news-room/fact-sh... ) 📌 DUKUNG CHANNEL MITRA SEHAT SENIOR: 👍 LIKE video ini jika penjelasan Dokter Anton bermanfaat untuk membimbing pola makan masa tua Anda. 🔔 SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan video panduan kesehatan lansia berikutnya (termasuk cara alami menurunkan kolesterol). 📤 SHARE video ini ke grup WhatsApp keluarga Anda. Satu kali share bisa saja mencegah orang tersayang masuk ruang cuci darah seumur hidup! 💬 TULIS DI KOMENTAR: Mari kita berdiskusi, Bapak Ibu: Anda menonton dari kota mana dan usia berapa sekarang? Terakhir kali cek lab kreatinin kapan? Dari 7 makanan perusak di atas, mana yang paling sulit Anda hentikan? Tulis di komentar: "Sering Makan Makanan Gurih" ATAU "Sering Minum Obat Pegal" (Saya akan baca satu-satu komentar Bapak Ibu) ⚠️ DISCLAIMER MEDIS: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi kesehatan masyarakat dan tidak menggantikan saran, diagnosis, atau penanganan medis langsung dari dokter Anda. Jika Anda sudah memiliki gangguan ginjal (eGFR menurun), penyakit jantung dengan batasan cairan, hipertensi, atau diabetes, selalu konsultasikan perubahan diet atau pantangan makanan dengan dokter spesialis Anda terlebih dahulu.