У нас вы можете посмотреть бесплатно Titik Balik "Kehilangan dan Kembali Menuju Cahaya Jalan Lurus" или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Titik Balik Kehilangan dan Kembali Menuju Cahaya Jalan Lurus Gerald adalah seorang siswa teladan yang dikenal karena ketekunan belajarnya dan ketaatannya beribadah. Namun, benteng pertahanannya runtuh saat sebuah ajakan datang dari temannya yaitu game judi online yang menarik perhatiannya. Berawal dari rasa penasaran dan satu klik coba-coba, Gerald terjebak dalam euforia kemenangan instan. Grafik keuntungannya yang terus meroket mengubah remaja yang tadinya rendah hati menjadi pribadi yang ambisius dan rakus. Seiring bertambahnya pundi-pundi uang haram tersebut, Gerald mulai kehilangan arah. Ia menjadi buta terhadap panggilan Tuhan; notifikasi Azan di ponselnya dianggap gangguan, ia abaikan demi memantau pergerakan grafik digital. Dengan sombong, Gerald memamerkan kekayaan barunya. Meski teman-temannya menaruh curiga dan berbisik tentang asal-usul hartanya, Gerald memilih bersikap acuh. Namun, dunia digital adalah labirin yang menipu. Dalam sekejap, grafik hijau yang ia puja berbalik menjadi merah dan menukik tajam. Gerald mencoba peruntungannya berkali-kali, namun keberuntungan telah meninggalkannya hingga ia mengalami kerugian besar. Di tengah rasa frustrasi dan keputusasaan, Gerald jatuh terlelap dan terjebak dalam mimpi buruk yang menghakimi. Di sebuah lapangan luas, ia dikelilingi oleh memori masa lalunya yang suci, sementara sebuah suara menggema terus bertanya: "Apa yang kamu tinggalkan, Gerald?" Gerald terbangun dengan keringat dingin dan kepanikan luar biasa. Dalam keheningan fajar, ia segera menunaikan sholat Subuh di kamarnya sebagai langkah awal penyesalan. Tak puas sampai di situ, ia pun segera bergegas menuju masjid. Di sana, ia membasuh diri dengan wudhu yang menyegarkan jiwanya, lalu melaksanakan sholat, dan bersimpuh cukup lama untuk berdoa memohon ampunan. Saat beralih untuk mengaji, jemarinya membuka lembaran mushaf dan matanya tertuju pada QS. Al-Isra: 9. Ayat itu menjadi tamparan sekaligus kompas bagi jiwanya yang tersesat. Gerald menyadari bahwa hanya petunjuk Tuhanlah yang mampu membawanya keluar dari kegelapan. Ia pun bertekad meninggalkan kemewahan semu dan memanfaatkan teknologi yang dulu menghancurkannya untuk kini mengejar petunjuk-Nya yang paling lurus.