У нас вы можете посмотреть бесплатно Kewajiban Mensyukuri Nikmat Allah || Khutbah Jum'at или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
MENSYUKURI NIKMAT ALLAH Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: اَعُوٰذُبِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ. وَا للّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصٰرَ وَا لْاَ فْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur." (QS. An-Nahl 16: Ayat 78) اَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرٰتٍ فِيْ جَوِّ السَّمَآءِ ۗ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا اللّٰهُ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ. "Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman." (QS. An-Nahl 16: Ayat 79) وَاٰ تٰٮكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَ لْـتُمُوْهُ ۗ وَاِ نْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَـظَلُوْمٌ كَفَّا رٌ. "Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim 14: Ayat 34) Rasulullah s.a.w bersabda: اُنٔظُرُؤا اِلٰى مٓنٔ هُوَاَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوْا اِلٰى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ. فَاِنَّهُ اَجْدَرُ اَنْ لَا تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ. (مسلم) "Pandanglah orang² yang berada di bawah kalian dan janganlah selalu memandang kepada orang² yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih layak bagi kalian untuk tidak menghina / mengeluh terhadap kenikmatan Allah (yang sangat banyak) untuk kalian". (Muslim). اِنَّمَاالْاَمْرُ ثَلٰاثَةٌ: اَمْرٌ تَبَيَّنَ لَكَ رُشْدُهُ فَتَّبِعْهُ. وَاَمْرٌ تَبَيَّنَ لَكَ غَيًُهُ فَاجْتَنِبْهُ. وَاَمْرٌ اُخْتُلِفَ فٖيْهِ فَرُدُّ اِلٰى عَالِمٍ. (الطبرانى) "Sesunggugnya persoalan² (dalam kehidupan ini) ada tiga macam, yaitu: Persoalan yang sudah jelas bagi kalian kebemarannya maka *ikutilah*. Kedua: Persoalan yang jelas bagi kalian kesesatannya maka jauhilah / tinggalkanlah. Ketiga: Persoalan² yang terdapat perselisihan di dalamnya, maka tahan dirilah dan serahkanlah urusan hukumnya kepada orang yang 'alim (berilmu/mengetahuinya)". (h.r. Athabrani) Pelajaran yang harus kita jadikan panduan hidup dalam menjalani kehidupan di dunia ini adalah: 1. Untuk urusan harta dan materi dunia, kita harus melihat orang² yg kekurangan di bawah kita, agar kita dapat selalu bersyukur thd nikmat Allah yg telah begitu banyak diberikan kepada kita. 2. Jangan selalu memandang orang² yang harta kekayaannya berada di atas kita, karena hal itu menjadikan kita tidak pernah merasa cukup, suka meperturutkan hawa nafsu dan lupa mensyukuri nikmat Allah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS. Ibrahim 14: Ayat 7) 3. Persoalan jalan hidup yang membawa keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, yang sudah jelas ditunjukkan oleh Allah dan RasulNya, maka hal itulah yang harus kita ikuti dan kita taati. 4. Sementara hal² yang menimbulkan kemurkaan Allah dan penyesalan abadi dalam siksaan Allah, yang juga sudah jelas ditunjukkan oleh Allah dan RasulNya, maka hal itu harus dijauhi dan ditinggalkan. 5. Untuk perkara² yang syubhat, meragukan dan terdapat perselisihan, maka lebih utama kita menahan diri dalam melakukannya, jangan ikut²an menyebarkan fitnah perselisihan itu. Karena hal tsb merupakan tanggung jawab orang² yg mengetahui ilmunya untuk menetapkan hukumnya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 36) Demikian mutiara² al qur'an dan hadits ini kami sampaikan. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Aamiin. Willyuddin Abdul Rasyid Dhani.