У нас вы можете посмотреть бесплатно Ekspedisi Konservasi Gajah Sumatra Way Kambas - National Geographic Indonesia или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pernahkah kita berdiri cukup lama di hadapan seekor gajah lalu sadar bahwa yang sedang kita tatap bukan sekadar satwa liar, melainkan mahluk yang memayungi sebuah ekosistem? Perjalanan ini membawa kami masuk ke jantung Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Hutan pagi itu berembun. Cahaya menembus sela-sela kanopi, jatuh di tanah yang menyimpan jejak-jejak besar, jejak yang tak hanya meninggalkan tapak, tetapi juga sejarah panjang tentang ruang yang kian menyempit. Di sini, kami menyuarakan eksistensi Gajah Sumatera spesies yang kini berstatus terancam punah. Namun di balik istilah ilmiah itu, ada kenyataan yang lebih sunyi: populasi yang terfragmentasi, koridor jelajah yang terputus, dan konflik yang makin sering tak terhindarkan. Sebagai jurnalis National Geographic Indonesia, saya belajar bahwa melihat berarti memahami dan memahami berarti merasakan. Bersama lensa fotografer profesional, kami mencoba menangkap bukan hanya tubuh raksasa itu, tetapi perannya dalam menjaga keseimbangan hutan. Gajah adalah “spesies payung”. Ia membuka jalur di rimba, menyebarkan biji, membantu regenerasi tumbuhan, menjaga siklus fotosintesis tetap berdenyut, hingga menyimpan cadangan karbon yang tak kasatmata namun krusial bagi planet ini. Setiap langkahnya adalah kerja ekologis. Di balik lanskap liar itu, ada ruang yang lebih teratur: Pusat Latihan Gajah Way Kambas. Di tempat inilah rutinitas dirawat dengan disiplin. Pagi dimulai dengan mandi, air memercik, kulit tebal dibersihkan, hubungan antara mahout dan gajah terjalin dalam gestur-gestur sederhana. Setelahnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan. Laboratorium kecil menjadi saksi upaya ilmiah menjaga mereka tetap kuat. Kami berjumpa dengan Erin, Nisha, dan Pleno nama-nama yang membuat kisah ini terasa personal. Mereka bukan angka statistik. Mereka adalah individu dengan karakter, kebiasaan, dan jalur leluhur yang seharusnya tetap utuh. Ketika satu gajah kehilangan ruang jelajahnya, sesungguhnya kita sedang kehilangan satu simpul penting dalam jejaring hayati Nusantara. Way Kambas mengajarkan satu hal: konservasi bukan sekadar menyelamatkan satwa, melainkan merawat relasi. Relasi antara manusia dan alam, antara iman dan tanggung jawab, antara kekuasaan dan empati. Video ini bukan hanya dokumenter perjalanan. Ia adalah undangan untuk merenung. Bahwa melindungi Gajah Sumatera berarti menjaga hutan tetap bernapas. Dan ketika hutan bernapas, kitalah yang sesungguhnya sedang diselamatkan. Jangan lupa like, comment, dan subscribe di channel ini! Klik / @natgeo-indonesia =========================================== Website: https://nationalgeographic.grid.id/ . #gajah #gajahsumatra #natgeo