У нас вы можете посмотреть бесплатно IKN Dapat Hibah Rp39 Miliar dari Amerika Serikat, Siap Jadi Cognitive City или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita selanjutnya: https://kaltim.tribunnews.com/tribun-... TRIBUNKALTIM.CO - Ambisi Indonesia membangun ibu kota masa depan berbasis teknologi mendapat dukungan strategis dari Pemerintah Amerika Serikat. Otorita Ibu Kota Nusantara resmi mengamankan hibah senilai 2,49 juta dolar AS atau sekitar Rp 39 miliar dari Pemerintah AS melalui US Trade and Development Agency (USTDA). Kesepakatan yang diteken pada Selasa (25/2/2026) itu menjadi langkah penting untuk memperkuat cetak biru Smart City Nusantara. Hibah tersebut difokuskan pada asistensi teknis guna menyusun arsitektur sistem kota yang terintegrasi, transparan, dan selaras dengan standar investasi global. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan pilar utama yang tidak dapat ditawar dalam pembangunan IKN. Ia menekankan visi agar Nusantara menjadi kota hijau, berkelanjutan, sekaligus cerdas secara fundamental. Pengembangan IKN disebut tidak berhenti pada konsep smart city konvensional. Dalam perencanaan terbaru, Nusantara diproyeksikan berevolusi menjadi “Cognitive City”. Kota yang mampu belajar dari data, melakukan simulasi secara real-time, serta mengoptimalkan layanan publik secara adaptif. Project Director Frost & Sullivan, Subhranshu Sekhar Das, yang terlibat dalam proyek ini, menilai IKN berpeluang memimpin paradigma baru tata kelola perkotaan. Ia menjelaskan bahwa infrastruktur digital Nusantara dirancang tidak bersifat statis, melainkan didukung platform pengetahuan terfederasi dan teknologi Agentic AI untuk membentuk sistem kota yang responsif dan adaptif. Salah satu fokus utama hibah USTDA adalah memperkuat aspek finansial dan investasi. Dana tersebut akan digunakan untuk menyusun Financial and Investment Model serta paket pengadaan (RFP) yang siap ditawarkan kepada investor global. Langkah ini dinilai krusial agar IKN tidak hanya unggul secara konsep teknologi, tetapi juga layak investasi (bankable). Kerangka kerja yang disusun juga mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), guna memastikan aspek privasi, keamanan data, serta keberlanjutan lingkungan tetap menjadi fondasi pembangunan. Proyek teknis ini melibatkan konsorsium yang dipimpin oleh Eficens Systems Inc, bersama sejumlah mitra strategis seperti ASECH Indonesia, Mirekel, serta kolaborasi teknologi dengan Google Cloud melalui PT Searce Technologies Indonesia. Dengan dukungan teknis dari Amerika Serikat, IKN kini tidak hanya diproyeksikan sebagai simbol ibu kota baru, tetapi juga sebagai laboratorium kota masa depan yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, tata kelola digital, dan kesiapan investasi global dalam satu ekosistem. Penulis: Fachri Mahayupa Sumber: Kompas.com Editor: Jofan Giantirta Uploader: Jofan Giantirta #amerikaserikat #danahibah #pembangunanikn #otoritaikn #iknupdate #investasiikn #smartcity 0:00 IKN Dapat Hibah Rp39 Miliar dari AS 1:00 Menuju Cognitive City 1:44 Disiapkan Lebih Bankable