У нас вы можете посмотреть бесплатно Anomaly itu bernama FERRY IRWANDI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Lirik : lahir dari tanah Jambi, sembilan satu di bulan dua belas anak teladan dengan rapor emas, tapi pikirannya tak bisa dibelas STAN di dada, angka-angka tunduk pada logika PKN, kementerian, sepuluh tahun hidup dalam matriks negara kursi empuk, gaji tetap, masa depan terlihat aman tapi nurani berisik, “nyaman bukan berarti benar, kawan” akhir dua dua, ia bakar zona nyaman sendiri tinggalkan PNS, pilih jalan sunyi yang tak pasti katanya gila, lepaskan prestise demi kamera tapi ia ubah lensa jadi senjata, riset jadi peluru data Malaka Project berdiri bukan sekadar konten viral visual sinematik, argumen tajam, bukan opini dangkal stoik di tengah badai, ia ajar tenang tanpa lari di dunia serba panik, ia bilang, “kendalikan diri” judi online disikat, aparat dikritik terang klenik ditantang logika, walau hujat datang berang “santet aku,” katanya, hadiah mobil menanti skeptis tepuk tangan, dukun merasa dilukai bukan sekadar sensasi, tapi uji klaim supranatural antara iman dan rasio, ia pilih jalur rasional tahun dua lima, gesekan dengan seragam hijau narasi intel ditangkap, siber datang meninjau ancaman pasal menggantung di udara yang panas ahli hukum membela, kebebasan bicara tak boleh dibatas dipuja karena berani, dibenci karena frontal di mata fans ia jernih, di mata hater terlalu vokal “sok pintar,” kata mereka, gaya bicara terlalu rapi “abang-abangan BEM,” merasa paling mengerti negeri tradisi disentil, yang sakral terasa digugat yang lama merasa dihina, yang muda merasa bangkit kuat dituduh tunggangi isu demi algoritma dan nama padahal ia cuma keras kepala pada tanya ia anomali di zaman yang serba abu anak sistem yang memilih jadi batu bukan pahlawan, bukan pula penjahat hanya warga yang menolak tunduk tanpa debat rapi di CV, liar di ideologi intelektual yang tak mau dibeli birokrasi kalau mapan itu sunyi dan kritik dianggap durhaka maka biar ia jadi bising di tengah kota. ----------------------------------------------------------------------- Track ini dikembangkan menggunakan material generated AI sebagai fondasi eksplorasi musikal, yang menjadi titik awal konseptual untuk mengangkat tema quarter life crisis—fase penuh ketidakpastian, transisi, dan pencarian jati diri di usia dewasa awal. Komposisi tersebut kemudian melalui proses kurasi kreatif, editing, dan mastering oleh Bandu Naira guna menyempurnakan struktur, dinamika, serta karakter emosionalnya. Melalui karya ini, saya berupaya menghadirkan narasi yang dekat dengan realitas—tentang kehidupan sehari-hari, dinamika sosial, pergulatan politik, hingga jejak sejarah yang membentuk cara kita memandang masa kini. Lagu ini mungkin terasa relevan bagi siapa pun yang sedang berada di persimpangan hidup, mempertanyakan arah, dan mencoba memahami posisinya di tengah perubahan zaman. Seluruh tahapan produksi diarahkan secara profesional untuk menjaga integritas artistik, kedalaman emosi, dan identitas khas karya ini. Bagian dari album “Refleksi.”