У нас вы можете посмотреть бесплатно Mahkota di Atas Air Mata -- Puisi dalam Lagu или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Mahkota di Atas Air Mata Puisi Dr Susanto Saman Di gedung-gedung tinggi yang menyentuh awan, Engkau duduk di kursi beludru, menghirup aroma kemewahan Namun di bawah kakimu, ada bumi yang mengerang, ada perut-perut lapar yang hanya bisa mengunyah bayang-bayang. Apa arti tahta itu, Tuanku? Jika ia setinggi gunung, namun hatimu sedalam sumur mati Engkau bicara tentang kejayaan dengan bibir yang licin Sementara di luar sana, seorang ibu membalut anaknya dengan kain yang lisin, menahan tangis agar dunia tak mendengar perihnya, sebab ia tahu, telingamu hanya milik mereka yang berharta. Mahkotamu berkilau, memantulkan cahaya matahari, tapi di lorong-lorong gelap, keadilan sedang mati berdiri Engkau berpaling saat tangan-tangan kurus itu menengadah seolah-olah kemiskinan adalah noda yang harus kau singgah. Ingatlah, wahai pemilik singgasana yang sunyi bahwa doa orang kecil tidak butuh tangga untuk sampai ke langit. Ia terbang melalui celah ketidakadilan yang kau buat sendiri, membawa saksi tentang janji-janji yang kau ingkari, tentang tahta yang kau peluk erat, sambil menginjak pundak mereka yang sudah sekarat. Kelak, saat istanamu runtuh dimakan waktu, hanya akan ada kau, sunyi, dan ribuan air mata yang menuntutmu Sebab tahta tanpa pembelaan pada yang lemah hanyalah nisan indah bagi nurani yang sudah lama punah. Bandarlampung Minggu, 18 Januari 2026 #wawanhamzaharfan #puisidalamlagu #yatracaruban #lagupuisi