У нас вы можете посмотреть бесплатно [FULL] Pengamat Kepolisian dan Amnesty Indonesia Soal Pola Teror Influencer DJ Donny dan Aktivis или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
JAKARTA, KOMPAS.TV - Aksi teror dan ancaman kematian menimpa sejumlah influencer dan aktivis pada akhir Desember 2025. Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas mengecam tindakan tersebut dan mendesak polisi segera mengungkap pelakunya. Serangkaian teror diterima sejumlah konten kreator dan aktivis pada akhir tahun 2025. Salah satunya dialami Ramond Dony Adam atau DJ Donny. Korban menerima teror dua kali, pada 29 dan 31 Desember 2025. Bentuk teror bermacam-macam, mulai dari paket berisi bangkai ayam dengan ancaman tertulis, hingga aksi pelemparan bom molotov ke rumahnya. DJ Donny menyebut aksi ini sudah melampaui batas teror, karena mengandung ancaman pembunuhan. Ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Komisioner Kompolnas menyesalkan aksi teror tersebut. Menurut Kompolnas, teror dan ancaman kekerasan merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat. Kompolnas mendesak polisi bertindak cepat dan serius mengungkap kasus ini. Tak hanya DJ Donny, Influencer Sherly Annavita juga mengaku mengalami teror. Melalui media sosial, Sherly menyebut menerima kiriman telur busuk dan kendaraannya menjadi sasaran vandalisme. Teror serupa juga menimpa manajer kampanye iklim dan energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. Sejumlah korban menyebut, mereka kerap menyampaikan kritik terkait penanganan bencana di Sumatera. Mereka mendesak aparat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik aksi teror tersebut. Kompolnas mengecam aksi ini dan mendesak polisi segera bertindak. Namun publik bertanya, seberapa serius penanganan kasus teror ini, dan apa motif sebenarnya di balik serangan terhadap mereka yang kritis. Dan untuk membahasnya telah hadir, Aryanto Sutadi, pengamat kepolisian, Haeril Halim, manajer media Amnesty International Indonesia, dan Sherly Annavita, selaku influencer sekaligus korban teror. Content Creator: Shinta Millenia #teror #djdonny #influencer #aktivis