У нас вы можете посмотреть бесплатно Ngabuburit di Oase Hijau Tengah Kampus или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. TribunKaltim.co- Senja perlahan turun di kawasan kampus UIN Raden Intan Lampung. Matahari yang mulai condong ke barat memancarkan cahaya keemasan yang memantul lembut di permukaan danau buatan di tengah area kampus. Embusan angin membawa aroma rumput yang masih segar, menghadirkan suasana yang menenangkan bagi siapa pun yang datang. Sore hari di tempat ini terasa berbeda. Langkah-langkah santai para pengunjung menyusuri jalur pedestrian yang rapi, sementara sebagian lainnya duduk di tepian danau, menikmati suasana sembari menunggu waktu berbuka puasa. Kawasan yang dikenal sebagai “Wisata Intan” ini menjadi salah satu spot favorit masyarakat Lampung untuk menghabiskan waktu ngabuburit. Tidak hanya mahasiswa, masyarakat umum pun kerap memadati area ini menjelang Magrib. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang berkumpul dengan teman-teman. Aktivitas yang dilakukan pun beragam, mulai dari jogging ringan, berjalan santai mengelilingi danau, hingga sekadar duduk di rerumputan sambil berbincang. Di beberapa sudut, terlihat mahasiswa yang membuka buku hafalan atau berdiskusi ringan tentang perkuliahan. Sementara itu, anak-anak kecil berlarian di area terbuka, menambah semarak suasana sore yang hangat. Keberadaan Wisata Intan tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang UIN Raden Intan Lampung sebagai salah satu perguruan tinggi Islam negeri di Provinsi Lampung. Kampus ini berdiri pada tahun 1968 dengan nama IAIN Raden Intan Lampung, berdasarkan keputusan pemerintah sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang mandiri. Nama “Raden Intan” diambil dari tokoh pahlawan nasional asal Lampung, Raden Intan II, yang dikenal sebagai sosok pejuang pemberani dalam melawan penjajahan. Penamaan tersebut menjadi simbol semangat perjuangan dan keberanian yang diharapkan terus hidup dalam dunia pendidikan. Pada masa awal berdirinya, IAIN Raden Intan hanya memiliki beberapa fakultas, di antaranya Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah. Seiring berjalannya waktu, jumlah fakultas dan program studi terus berkembang, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan. Perubahan status menjadi universitas kemudian semakin memperluas peran kampus ini dalam dunia pendidikan tinggi. Kini, lingkungan kampus tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang sosial yang hidup bagi masyarakat. Hamparan pepohonan yang hijau, jalur pejalan kaki yang tertata rapi, serta danau yang luas menjadikan kawasan ini terasa sejuk dan asri. Bagi sebagian orang, ngabuburit di Wisata Intan memiliki daya tarik tersendiri. Selain bisa berolahraga ringan seperti jogging atau berjalan santai, suasananya yang tenang juga sering dimanfaatkan untuk berbincang santai atau melakukan deep talk bersama teman. Banyak mahasiswa yang menjadikan waktu menjelang berbuka sebagai momen untuk saling berbagi cerita, berdiskusi tentang kehidupan kampus, atau sekadar merencanakan masa depan. Tak sedikit pula pengunjung yang datang membawa bekal sederhana. Ada yang memberi makan ikan di tepian danau, ada yang menyiapkan camilan untuk dinikmati bersama ketika azan Magrib berkumandang. Tempatnya yang bersih, tertata rapi, dan terbuka untuk umum membuat kawasan ini selalu ramai, terutama selama Bulan Ramadhan. Lebih dari sekadar tempat rekreasi, Wisata Intan juga menjadi wajah dari UIN Raden Intan Lampung sebagai kampus Islam negeri kebanggaan masyarakat Lampung. Gedung-gedung perkuliahan berdiri megah, masjid kampus menjadi pusat aktivitas spiritual, dan ruang terbuka seperti kawasan danau menghadirkan ruang interaksi sosial yang hangat. Menjelang waktu Magrib, suasana di sekitar danau semakin terasa akrab. Tawa anak-anak terdengar di antara obrolan mahasiswa yang semakin hangat. Langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan, menciptakan panorama senja yang menenangkan. Ketika azan berkumandang dari masjid kampus, percakapan sejenak terhenti. Suasana yang sebelumnya riuh berubah menjadi hening penuh khidmat. Beberapa orang segera membuka bekal yang mereka bawa, sementara yang lain bersiap menuju masjid untuk menunaikan salat. Di momen itulah, kesederhanaan terasa begitu bermakna. Bagi siapa pun yang sedang berada di Bandar Lampung dan mencari tempat ngabuburit yang nyaman, kawasan Wisata Intan di lingkungan UIN Raden Intan Lampung bisa menjadi pilihan yang tepat. Di sini, orang tidak hanya menunggu waktu berbuka puasa, tetapi juga menikmati kesejukan alam, kehangatan kebersamaan, serta atmosfer kampus Islami yang menenangkan. Sebab terkadang, tempat terbaik untuk menunggu senja bukanlah yang paling mewah, melainkan yang paling mampu menghadirkan ketenangan di hati. Uploader: Djohan Nur