У нас вы можете посмотреть бесплатно LAGU RELIGI DANGDUT KOPLO KEJAWEN LIR - ILIR COVER BY. MUISWATIN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
LAGU LIR - ILIR DANGDUT KOPLO KEJAWEN COVER BY. MUISWATIN . Lagu dangdut lir ilir ini adalah ciptaan sunan kalijaga atau sunan kalijogo versi shalawat dangdut koplo kejawen termasuk juga musik indonesia. Pesan moral utama lagu " lir ilir " adalah ajakan untuk bangun dari kemalasan, memperbaiki diri, dan menjalankan ajaran agama (Islam) dengan sungguh-sungguh. Lagu ini juga menanamkan nilai-nilai kehidupan seperti kesederhanaan, kerja keras, dan rasa syukur. Secara filosofis, lagu ini merupakan representasi spiritual dan etika yang mengajarkan kesiapan untuk menghadapi akhir kehidupan dan pertemuan dengan Tuhan. Pesan moral berdasarkan lirik "Lir-ilir, lir-ilir, tandure wis sumilir": Ajakan untuk segera "bangun" dari ketidaktahuan atau kemalasan. Simbol gerakan dan semangat. Representasi kesiapan umat Islam untuk menerima ajaran agama. "Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar": "Ijo royo-royo" melambangkan kesuburan dan kejayaan Islam, bagaikan pengantin baru yang membawa kebahagiaan. "Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi": "Cah angon" (penggembala) adalah simbol pemimpin yang harus bisa membimbing umatnya. "Blimbing" yang memiliki lima sisi (seperti rukun Islam) adalah simbol yang harus diperjuangkan. "Lunyu-lunyu penekno, kanggo mbasuh dodotira": Meskipun sulit, rukun Islam tetap harus ditegakkan. "Membasuh dodotira" (mencuci pakaian takwa) melambangkan memperbaiki diri dengan amal saleh dan tobat. "Dodotira, dodotira kumitir bedah ing pinggir": "Pakaian compang-camping" berarti ajaran dan amalan kita masih belum sempurna, perlu diperbaiki. "Dondomana jrumatono, kanggo seba mengko sore": Mengajak untuk memperbaiki diri agar siap menghadap Tuhan di akhir hayat (seperti sore hari menjelang malam). "Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane": Seruan untuk memanfaatkan waktu dan kesempatan yang masih ada selagi hidup. Jadi , kalau disimpulkan ada 4 pesan penuh makna mendalam yaitu : 1).Kesiapan spiritual: Lagu ini mengajarkan kesiapan batin untuk akhir kehidupan. Pentingnya amal: Menganjurkan agar umat Islam mengisi kehidupan dengan amal dan ibadah. 2).Tanggung jawab pemimpin: Pemimpin (cah angon) memiliki tanggung jawab untuk menuntun umatnya dan mencontohkan kebaikan. 3).Kehidupan dan kebahagiaan: Menggambarkan kesuburan dan kebahagiaan yang datang dari pemahaman dan pengamalan ajaran Islam yang benar@fahruddinzen67 #fahruddinzen67 #muiswatinchannel #muiswatin #lirilir #musik #musikindonesia #sunankalijaga #sunankalijogo #dangdut #dangdutkoplo ##kejawen #shalawat #lagudangdut ------------------------------------------------ Karya : Muiswatin Penulis naskah : Muiswatin Sulih suara / cover lagu : Muiswatin VIDEO Pengambil gambar / video : Muiswatin Offline editing : Muiswatin Aplikasi edit video : CapCut Alat pengambil gambar / video : Galaxy A51 Model : SM - A515F/DSN ------------------------------------------------------ DISCLAIMER Video ini dibuat bertujuan untuk memberikan hiburan , Edukasi dan Informasi. Dukung channel FAHRUDDIN - MUISWATIN PRESENT agar kami semangat dan produktif membuat vlog atau konten - konten terbaik dan ekskluisif dengan konsep berbeda yang hanya ada dichannel ini. / @umisidqia