У нас вы можете посмотреть бесплатно “Sains Tanpa Iman, Dhamma Tanpa Tuhan“ или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Apakah Buddhisme lebih dekat ke sains daripada agama? Di dunia modern, kita hidup di antara iman dan eksperimen, antara doa dan data, antara Tuhan dan hukum alam. Namun, ada satu tradisi kuno yang aneh—Buddhisme. Ia tidak berbicara tentang pencipta, tapi tentang sebab-akibat. Tidak meminta percaya, tapi mengajak mengamati. Dalam video ini, kita membahas: dua jalan memandang realitas antara Sains dan Dhamma, dan Kenapa banyak ilmuwan dan filsuf tertarik pada Buddhisme? Konsep diri sebagai ilusi menurut Buddha dan neuroscience, Sunyata dan realitas sebagai proses, bukan benda Kenapa Buddhisme tidak sama dengan sains, tapi resonan dengannya Konsekuensi eksistensial jika kita melihat dunia tanpa “aku” dan tanpa inti tetap Ini bukan cocokologi. Ini eksplorasi dua cara manusia memahami realitas—dari biara hingga laboratorium. 🎧 Gunakan headphone untuk pengalaman kontemplatif maksimal. --- #Buddhisme #Filsafat #SainsDanSpiritualitas #Kesadaran #Sunyata #FilsafatTimur #Neurosains #Eksistensialisme #Buddha #Realitas music: King of Peace oleh Twin Musicom dilisensikan berdasarkan lisensi Creative Commons Attribution 4.0. https://creativecommons.org/licenses/... Artis: http://www.twinmusicom.org/