У нас вы можете посмотреть бесплатно Mengapa Brutalitas Polisi Terus Berulang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Arianto Tawakal, siswa madrasah tsanawiyah di Kota Tual, Maluku, menambah panjang daftar korban tewas akibat kekerasan polisi. Anak 14 tahun itu tewas setelah dianiaya anggota Brimob Polri, Bripda Masia Siahaya di sekitar Jalan Marren, Kota Tual pada pada Kamis pagi, 19 Februari 2026. Bripda Masia merupakan anggota Brimob Kompi I Batalyon C Pelopor yang sedang memantau balapan liar saat AT melintas menggunakan sepeda motor. Bripda Masia diduga memukul AT menggunakan helm hingga korban terpental dari motor. Korban sempat dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun, namun mengembuskan napas terakhir saat mendapat pertolongan. Atas kejadian tersebut, Kepolisian Resor Tual menetapkan Bripda Masia sebagai tersangka. Pada Selasa, 24 Februari 2026 Bripda Masia resmi diberhentikan tidak dengan hormat sebagai anggota Polri. Keputusan tersebut didapatkan Masias setelah menjalani sidang kode etik Polri selama 13 jam, yang dimulai dari Senin, 23 Februari, Direktur Imparsial Ardimanto mengatakan insiden penganiayaan itu menunjukkan masih melekatnya budaya kekerasan dan kesewenang-wenangan di tubuh Polri. Video: ANTARA, Instagram, X Editor: Ridian Eka Saputra