У нас вы можете посмотреть бесплатно REAKSI KERAS Haji Endang soal Penyegelan Jembatan Perahu Miliknya: Pikirkan Dampak Negatifnya или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. TRIBUN-VIDEO.COM - Muhammad Endang Junaedi (62) atau akrab disapa Haji Endang geram atas penutupan jembatan perahu yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pada Sabtu (26/4/2025). Warga Dusun Sukamulya, Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang itu pun mencabut langsung spanduk yang menjadi segel yang melintang di atas jembatan perahunya. Dirinya mengaku tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari pihak BBWS Citarum. Selain itu, pihak BBWS Citarum katanya juga tidak pernah berkomunikasi soal larangan pengoperasian jembatan perahu miliknya itu. Hingga spanduk terpasang, pihak BBWS Citarum tidak pernah bertemu dengannya. Mereka justru tanpa izin naik ke atas jembatan perahu dan memasang spanduk penyegelan tanpa izin kepada dirinya. "Sama saya nggak ada. Malah dia sebenarnya, dia tanpa izin masang di atas (jembatan perahu). Kalau saya (miliknya) kan bukan jembatan, (tapi) perahu. Kalau jembatan, permanen," jelas Haji Endang dalam sebuah video yang diunggah akun twitter @somexthread pada Senin (28/4/2025). "Ini perahu kan kita bisa dibuka, pasang. Gitu. Kalau jembatan, baru (permanen). Ini bukan jembatan. Jembatan permanen," tegasnya. Alasan BBWS Citarum melakukan penyegelan karena jembatan perahu miliknya itu dinilai mengganggu aliran Sungai Citarum. Haji Endang menegaskan, jembatan perahu miliknya tidak seperti jembatan pada umumnya, tetapi berupa perahu yang dimodifikasi sedemikian rupa. Sehingga, apabila permukaan Sungai Citarum naik atau surut, jembatan akan mengikuti tinggi muka iar. Oleh karena itu, jembatan perahu miliknya sama sekali tidak mengganggu atau menutup aliran sungai "Enggak ada, ini perahu di atas air. Apa yang diganggu? Ini air pembuangan (aliran Sungai Citarum). Nah, kalau kita bangunnya di sebelah (hulu sungai), itu kan masih ada pembagi untuk irigasi," jelas Haji Endang. "Ini udah nggak ada lagi pembagi. Udah terakhir. Ini pembuangan ke laut," tegasnya. Lantas Haji Endang menyebut penyegelan itu bisa membuat anak buahnya yang berjumlah 40 orang kehilangan mata pencaharian. "Kalau dia menutup, pikirkan dong dampak negatif terhadap masyarakat sini, yang orang kerja. Sekarang pemerintah aja lagi gencar masalah UMKM. Di sini kan banyak menghidupi UMKM. Sekarang yang kerja kan 40, 40 orang. Belum keluarga, belum anaknya," bebernya. "Apa suruh jadi ini? Suruh dia ngegarong anak buah saya? Suruh jadi perampok? Nah, itu logika aja. Pemerintah nggak sembarangan," tambah Haji Endang. Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Haji Endang Geram BBWS Citarum Segel Jembatan Perahunya: Apa Anak Buah Saya Suruh Ngegarong?, https://wartakota.tribunnews.com/2025.... Penulis: Editor: Program: Host: Editor Video: Muhammad Ulung Uploader: Dimas HayyuAsa Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunnewsbogorvideo Facebook: / tribunnewsbogor Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz... TikTok: / tribunbogor Instagram: @tribunbogor